Cakrawala News
Portal Berita Online

Angka Perceraian Tinggi di Gresik, Ini Tanggapan Wakil Bupati

8

GRESIK, JATIM, CAKRAWALA.CO – Angka perceraian selama 7 bulan terakhir di Kabupaten Gresik Jawa Timur sebagaimana data Kantor Pengadilan Agama (PA) setempat yang mencapai 991 kasus ditanggapi Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dicapai Gresik ternyata tidak mampu mensejahterakan rumah tangga masyarakatnya. “Kalau selama 7 bulan ada 991 kasus,berarti setiap hari ada 4 sampai 8 kasus. Penyebabnya persoalan ekonomi, berarti pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ini belum ada korelasi positif dengan kesejahteraan rumah tangga warga,” ucapnya, Rabu (9/8/2017).

Qosim menambahkan, masih ada disparitas (kesenjangan) yang tinggi antara yang kaya dengan yang miskin. Untuk menekan disparitas, Pemkab Gresik kata Qosim terus berupaya mengendalikan laju inflasi sehingga semua warga, mampu membeli kebutuhan rumah tangganya.

ads bukopin

Woow! Selama 2017 Ada 991 Janda Baru di Gresik

Berdasarkan data Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Gresik menyebutkan, selama tahun 2017 terhitung sejak Januari hingga Juli 2017 terjadi 991 kasus perceraian. Dari 991 kasus tersebut, faktor penyebab perceraian didominasi persoalan ekonomi yaitu 63 kasus.

Sedangkan pertengkaran menjadi penyebab kedua, yaitu 44 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 8 kasus, poligami 1 kasus serta meninggalkan salah satu pihak 16 kasus dan lain sebagainya.

Selain itu, Wakil Bupati berharap agar Kementerian Agama, orang tua dan tokoh masyarakat untuk memberikan bekal yang lebih matang kepada calon-calon pengantin.

“Saya berharap Kemenag, tokoh masyarakat dan para orang tua hendaknya mengambil peran yang lebih besar dalam mempersiapkan anak-anaknya sebelum menikah sekaligus pembinaan harus tetap dilakukan meski sudah menikah,” pungkasnya. (Zen)

Comments are closed.