Cakrawala News
Portal Berita Online

Angka Kejahatan Tahun 2017 di Kabupaten Cianjur Menurun

37

CIANJUR,CAKRAWALA.CO. – Berbagai upaya yang dilakukan pihak kepolisan untuk menekan angka tindakan kriminal guna membuat rasa aman dan nyaman ditengah tengah masyarakat.

Kepolisan Resor (Polres) Cianjur mencatat jumlah tindak pidana (JTP) tahun 2017 di wilayah Kabupaten Cianjur menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Benny Cahyadi, kepada wartawan, Kamis (28/12/2017).

Benny menyebutkan, untuk jumlah tindak pidana yang terjadi pada tahun 2017 mencapai angka 986 kasus. Jumlah itu turun, dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai angka 1362 kasus.

* Didominasi Kasus Curanmor dan Curat

Sementara untuk kasus tindak pidana yang menonjol pada kurun waktu 2016 dan 2017, jelas Benny masih didominasi tindak pidana pencurian bermotor (curanmor) baik roda dua maupun roda empat.

“Pada tahun ini (2017, red) kasus curanmor roda dua mencapai 310 kasus, roda empat ada 34 kasus. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan tahun 2016, dimana pada tahun lalu (2016, red) untuk kasus curanmor roda dua mencapai 363 kasus, dan curanmor roda empat mencapai 41 kasus,” jelas Benny, saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain curanmor, tutur Benny, tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur juga masih cukup tinggi, dimana pada tahun 2017 jumlahnya mencapai 229 kasus dan jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2016 yang mencapai angka 247 kasus.

Pengungkapan kasus senpi beberapa bulan lalu

“Untuk jumlah kasus yang cukup menonjol dan menjadi perhatian masyarakat sedikitnya ada sembilan kasus, di antaranya kasus perakitan senjata api (senpi) ilegal, dengan tersangka 10 orang tersangka yang terjadi pada 15 Agustus 2017, pembunuhan terhadap anak dibawah umur dengan tersangka Harun Al Arrasyid, yang terjadi pada 30 Juli 2017, dan kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di wilayah Kecamatan Cidaun, dengan tersangka Wahyu Adam yang terjadi pada 8 Juni 2017,” tuturnya.

Benny menambahkan, untuk pengungkapan kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur lebih kurang dalam waktu satu pekan sudah dapat terungkap. Hal itu, sambung Benny, karena kerjasama semua satuan dan fungsi yang ada di lingkungan Polres Cianjur.

“Kami gencar melakukan upaya preventif dengan menggelar razia skala besar yang melibatkan setiap satuan dan fungsi di Polres Cianjur. Selain itu, kami juga melakukan upaya represif dengan membentuk tim khusus (timsus) untuk menindak segala bentuk tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Cianjur,” ucapnya.***(timCjr)

Comments are closed.