Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Angin Puting Beliung Terpa Sejumlah Kecamatan di Sukoharjo

SUKOHARJO JATENG CAKRAWALA.CO ,- Sekitar 200 rumah  di kelurahan Gayam kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dilaporkan rusak menyusul bencana angin putting beliung yang melanda kota jamu terebut/ selama dua hari terakhir.

Warga yang mengalami kerusakan pada rumahnya langsung bergotong-royong dengan warga yang lain membetulkan rumah yang rusak terutama bagian atap rumah yang gentingnya beterbangan dan hancur.

Seperti yang terjadi dikelurahan Gayam, sejumlah tim sar gabungan maupun anggota TNI tampak bahu membahu membantu mengevakuasi rumah-rumah yang mengalami kerusakan serta menyingkirkan ranting ranting pohon.

Dari data sementara BPBD Sukoharjo,  angin yang terjadi sekitar pukul 14.30 wib tersebut terjadi selama 5 menit tercatat di kecamatan Sukoharjo, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tenah, ada ratusan rumah rusak.

Sementara  di Sukoharjo sendiri peristiwa serupa sudah terjadi sebanyak tiga kali yang pertama terjadi selain kecamatan Baki, kecamatan Nguter juga di kecamatan Kartosuro, kemudian terakhir di kecamatan Bulu, kecamatan Tawangsari serta kecamatan Sukoharjo.

Dari peristiwa tersebut yang paling parah terjadi di kecamatan Bulu dan Tawangsari, dimana banyak merusak bangunan dan menumbangkan ratusan pohon.

Kurniawan salah satu warga Gayam yang atap rumahnya hilang tersapu putting beliung dalam vedeo amatir kemarin,  mengaku saat di dalam rumah tiba tiba atap terbang dan sampai sekarang hilang entah kemana.

“bagian atap rumah dan etalase habis tersapu,”kata Kurniawan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto menyatakan puting beliung menyapu dua ratusan rumah di beberapa lokasi sejak dua hari terakhir.

“bencana puting beliung terjadi dua hari ini dan merusak kebanyakan atap ruma, antara lain di kelurahan Sukoharjo sebanyak 50 unit, kelurahan Jetis 25 unit dan kelurahan Gayam sebanyak 25 unit,”kata Sri Maryanto

Sri Maryanto juga menambahkan dilaporkan atap rumah yang terbuat dari seng terbang disapu puting beliung, bahkan  tidak hanya itu, empat rumah rusak karena tertimpa pohon tumbang.

“banyak terjadi kerusakan namun beruntung  tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,”ujarnya.

Sejauh ini imbuh Sri Maryanto untuk warga yang rumahnya rusak  langsung diperbaiki secara gotong-royong, “kami BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan,  warga diminta waspada bencana banjir,  puting beliung hingga tanah longsor,”tukasnya.***Agung

%d bloggers like this: