Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Anggota DPRD Kota Blitar Agus Zunaidi Fokuskan Pemberdayaan Masyarakat

0 383

BLITAR CAKRAWALA.CO – Dampak pandemi Covid-19 membuat kehidupan ekonomi kian sulit. Pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan-pelatihan, termasuk pengadaan alat-alat penunjangnya menjadi penting sebagai upaya agar rakyat tetap produktif. Itulah yang disampaikan Agus Zunaidi, atas hasil reses masa persidangan awal tahun ini yang sudah dilaksanakannya pada Minggu (7/2/2021).

“Jadi memang saya arahkan ke pemberdayaan masyarakat pada agenda reses kemarin itu. Contohnya untuk pelatihan-pelatihan, pengadaan alat-alatnya juga. Kalau untuk usulan fisik saya pikir bisa dicover dengan program Walikota yang 50 – 100 juta per RT itu”, terangnya, Senin (8/2/2021) pagi.

Agus menambahkan, pada agenda reses tersebut ia hanya mengumpulkan 5 sampai 10 orang secara bergantian diadakan di kediamannya di Kelurahan Tanjungsari dan satu tempat yang lain di rumah makan Gendis.

Agus Zunaidi bersama konstituennya (dok)

Politisi PPP yang akrab dengan panggilan Agus Suheng ini juga menyinggung persoalan tenaga outsourcing yang cukup menyita perhatian publik. Ia berharap, pro kontra atas masalah tersebut bisa disikapi secara tegas dan bijak oleh kepala daerah.

“Saya kasihan kepada tenaga kontrak yang sudah bertahun-tahun bekerja, sekarang tidak lagi. Doa orang-orang yang dizalimi itu mustajab”, kata Agus.

Namun ada hal menarik lain pada diri Agus Zunaidi. Selain anggota dewan, ternyata dia juga seorang yang piawai bertani. Beberapa petak sawahnya ia kerjakan sendiri. Itulah mengapa ia nampak bugar di usia yang hampir 50 tahun.

“Orang tua saya petani mas, jadi saya juga bisa bertani. Saya kerjakan sendiri tidak suruhan orang. Saya juga semprot sendiri”, katanya.

“Beberapa lahan saya tanami cabai, ada juga bibit alpukat dan durian. Alhamdulillah hasilnya lumayan. Yang penting telaten nyemprot”, lanjut Agus.

Ia menerangkan, untuk bibit alpukat sangat mudah ditanam, baik di dataran rendah maupun di pegunungan. Hanya kalau masih kecil harus telaten ngocori (nyirami air), nanti kalau sudah besar dibiarkan saja tidak apa-apa.

“Senangnya bertani itu pas makan dan ngobrol bersama petani yang lain di sawah, rasanya menyenangkan”, tutup Agus. (ek/fur)

Leave A Reply

Your email address will not be published.