Cakrawala News
Portal Berita Online

Aneh, Terdakwa Pinta Kasusnya Disidangkan  di PN Lain

JAKARTA. CAKRAWAL.CO – Perseteruan dua advocate, Berman Nainggolan melawan Rihat Herijon Simanullang (RHS) yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan surat, memasuki persidangan yang ke-3 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dalam agenda perisidangan tanggapan JPU, Senin (23/2/2020), atas ekesepsi terdakwa RHS yang keberatan jika PN Jakarta Timur yang mengadili perkaranya. Pihak kuasa hukum dari pelapor Cupa Siregar, menyatakan bahwa pihaknya sependapat dengan apa yang dibacakan JPU.

“Kami sependapat dengan JPU bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Timur berwenang untuk mengadili perkara aquo, karena Klien kami baru mengetahui perihal surat tersebut saat ditunjukkan oleh saudari Yoanna Bangun di hotel Park Jakarta Timur. Sehingga Klien kami melaporkan hal tersebut di Polres Jakarta Timur dan penanganan perkara pidana bermuara pada pemeriksaan Pengadilan,” ungkap Cupa Siregar, kepada media.

Cupa menegaskan, karena laporan kliennya di Polres Jakarta Timur wajar dan patut bahwa Pengadilan Jakarta Timur lah yang berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara aquo, bukan Pengadilan Negeri lain apalagi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hingga persidangan ke-3, pihak Berman Nainggolan masih mempertanyakan tidak adanya penahanan badan terhadap terdakwa.

“Yang paling penting dan sampai dengan hari ini belum terjawab adalah perihal penahanan atas diri terdakwa yang sampai dengan hari ini Terdakwa masih berstatus Tahanan Kota. Apa yang mengistimewakan yang bersangkutan?,” imbuh Cupa dengan raut wajah keheranan.

Lagi-lagi Cupa mengingatkan bahwa dalam hukum semua adalah sama. Hal ini juga termaktub dalam asas yang dikenal tentang asas equality before the law.

“Harusnya yang bersangkutan juga diperlakukan sama dengan masyarakat lain yang tersandung perkara Pidana dimana selama proses pemeriksaan harus ditahan. Jangan sampai menjadi benar dugaan maupun adagium dikalangan masyarakat, banyak bahwa Penegakan Hukum di Indonesia cenderung tebang pilih, tajam kebawah dan sangat tumpul ke atas,” tegas Cupa.

Sementara itu, JPU yang dikonfirmasi awak media melalui percakapan aplikasi whatsapp terkait persidangan mengatakan bahwa dalam jawaban atas eksepsi terdakwa, JPU berkeberatan tentang kompetensi relatif.

“Poin pokoknya mengenai keberatan tentang kompetensi relatif. Dan kami menolak kebertan tersebut, karena PN Timur berwenang  memeriksa dan mengadili perkaranya dengan pertimbangan,” ungkap Handry Dwi, Jaksa Penuntut Umum.

Sejauh kasus ini berjalan, JPU mengungkap bahwa saksi yang dipanggil lebih dekat ke PN Timur ada 3 orang. Terdakwa ditahan di wilayah hukum PN Timur, terdakwa berdomisili juga di wilayah hukum PN Timur, serta akibat yang ditimbulkan juga di wilayah hukum PN Timur.

Saat JPU oleh awak media dikonfirmasi lebih lanjut terkait terdakwa Rihat Herijon Simanullang tidak ditahan badan. Jaksa Handry tidak lagi memberikan jawaban.***MAK

%d bloggers like this: