Cakrawala News
Portal Berita Online

Anak Rentan di Dunia Digital, Orangtua Perlu Ketahui Ancaman Internet Selain Manfaatnya

0 116


KABUPATEN BOGOR JABAR CAKRAWALA.CO ,- Perubahan teknologi membawa perubahan. Dengan adanya internet kehidupan manusia pun ikut terbantu, karena internet semua orang bisa terkoneksi dengan berbagai aspek. Saat ini sekitar 202,6 juta orang Indonesia telah menggunakan internet, sebanyak 170 juta aktif di media sosial. Bagaimana dengan anak-anak?

“Mayoritas anak Indonesia mengakses internet untuk bermedia sosial. Persentase anak usia 7-17 tahun yang mengakses media sosial lebih dari 70 persen,” kata Sophie Beatrix Psikolog Praktisi dalam bidang Pendidikan dan Industri saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (29/9/2021). 

Padahal menurutnya media sosialnya sebenarnya diperuntukan minimal untuk usia 13 tahun, namun nyatanya di bawah itu sudah banyak yang menggunakannya. Fakta ini perlu dicermati oleh orang dewasa dan orangtua karena internet juga memiliki dampak negatif selain manfaat positifnya. Apalagi sekarang anak-anak menjalani sekolah online, sumber pengetahuan pun kini tak terbatas buku pelajaran saja.

Internet menjadi sumber belajar bagi anak-anak, belum lagi kebutuhan lainnya seperti sarana hiburan, media bersosialisasi, dan sebagai tempat menumbuhkan kreativitas yang menciptakan peluang serta potensi baru. 

Orangtua mesti mengetahui dampak negatif internet yang bisa terjadi pada anak seperti konten yang tidak sesuai usia, menimbulkan kecanduan misalnya game dan gawainya. Bahkan bisa membuat mental plagiat, jika anak tidak diajarkan untuk menerapkan hak kekayaan intelektual dan dari segi kesehatan bisa menimbulkan gangguan penglihatan saat konsumsi internet dan gawainya berlebihan tidak diatur oleh orangtua. 

“Mereka belum bisa memilah secara baik dan tepat karena masih membutuhkan bimbingan orangtua,” katanya lagi. 

Hal yang perlu dicermati orangtua bahwa anak rentan di dunia digital adalah terkait unsur hoaks, penipuan, ujaran kebencian, pornografi, bullying, trafficking, prostitusi, SARa, radikalisme dan sebagainya.

Lebih lanjut mendidik anak di era digital merupakan tanggung jawab orangtua dan lingkungan sekitar. Sebab anak awalnya mungkin belajar internet dari orangtua namun semakin besar mereka lebih banyak belajar dari lingkungannya. Bahkan generasi anak sekarang yaitu generasi Z dan generasi alpha yang sudah akrab dengan dunia internet atau disebut digital native akan lebih pintar dari orangtuanya dalam menggunakan internet dan teknologi. 

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Monica Eveline, Digital Strategic Diana Bakery dan Henry H. Herlambang, CMO Kadobox.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.