Prof. Muhammad Nur Temukan D’Ozone Teknologi Keren Bikin Sayuran Tetap Segar Tahan Busuk Hingga 6 Bulan

Cakrawala.co, Kulon Progo – Berbahagialah rakyat Indonesia. Karena di tengah keresahan kita soal residu pestisida pada sayur dan buah, bandelnya bakteri dan jamur yang bikin sayur atau buah mudah busuk, kini telah ditemukan teknologi keren penghancur residu pestisida, bahkan juga membasmi bakteri,jamur atau virus.

Apa itu ? Ya, D’Ozone namanya. Ditemukan oleh Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, seorang Guru Besar Fisika Undip, Semarang. D’Ozone merupakan teknologi berkelas yang memang didedikasikan untuk rakyat Indonesia. D’Ozone adalah produk berteknologi Plasma Ozone yang menghasilkan gas ozon (O3) berfungsi untuk membunuh jamur, bakteri, dan virus, yang menempel pada produk hortikultura.

Dengan teknologi ini juga mampu merontokkan pestisida, sehingga masa simpan produkhortikultura ( buah dan sayur ) tersebut menjadi lebih lama, tidak mudah busuk dan tetap segar dalam tempo sangat lama.

Disamping itu D’Ozone juga bisa menggantikan penggunaan pestisidan dan pengasapan berguna untuk menjaga masa dormansi ( yakni masa menunggu munculnya tunaspada bibit bawang merah selama kurang lebih 2 bulan dan bibit bawang putih selama kurang lebih 6 bulan. Pada masa ini bawang sangat rentan terhadap serangan jamur dan bakteri).

Untuk 1 unit D’Ozone keluarkan ozon 150 gram/ jam bisa digunakan untuk menangani kapasitas 10 ton bawang merah/putih. Dengan tidak mengubah bentuk bangungan gudang yang ada. Tidak perlu menggunakan  Cold Storage (ruang berpendingin).

Untuk menyimpan 10 ton bawang, mesin D’Ozone diaktifkan hanya 3 jam saja setiap hari. Mesin D’Ozone akan aktif (hidup) secara otomatis sesui jam yang telah di setting.

D’Ozone, Teknologi keren temuan Guru Besar UNDIP Semarang, Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, didedikasikan untuk keamanan pangan rakyat Indonesia. (ft /Gon)

 

D’Ozone adalah produk dalam negeri diproduksi oleh PT. Dipo Technology berada di Kawasan Industri Candi Gatot Subroto Semarang Blok A10 No. 3, Ngaliyan, Semarang dan telah memiliki SNI ISO 9001:2015 (Scope : Managing Operational Office For Unit Elektronic Product Based on Plasma Technology).

D’Ozone melewati penelitian di Universitas Diponegoro Semarang pada laboratorium CPR (Center For Plasma Reseach) dan laboratorium terpadu memiliki SNI 8759:2019  “Alat Penyimpanan Produk Hortikultura Pascapanen Menggunakan Teknologi Ozon- Syarat Mutu dan Metode Uji”, dan telah digunakan di berbagai wilayah di Indonesia diantaranya Lubuk Cuik Kabupaten Batubara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penajam, Kaltim. Sembalun, Bima, Sumbawa, Provinsi NTB. Mamuju, Provinsi Sulbar, Kabupaten Kerinci, Provinsi. Jambi, Magelang, Boyolali, Batang, Provinsi.Jateng, dll

D’Ozone adalah produk yang berteknologi Plasma Ozone menghasilkan gas ozon (O3) yang berfungsi untuk membunuh jamur, bakteri, dan virus, yang menempel pada produk hortikultura. Merontokkan pestisida, sehingga masa simpan produk hortikultura tersebut menjadi lebih lama, tidak mudah busuk dan tetap segar.

Disamping itu D’Ozone juga bisa menggantikan penggunaan pestisidan dan pengasapan untuk menjaga masa dormansi (masa menunggu munculnya tunas pada bibit bawang mearah selama kurang lebih 2 bulan dan bibit bawang putih selama kurang lebih 6 bulan, pada masa ini bawang sangat rentan terhadap serangan jamur dan bakteri).

Bagaimana teknologi D’Ozone bekerja, kita akan kupas pada tulisan berikutnya tentang seri D’Ozone sehari ngobrol bersama Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA di River Park Ono Kaline, Tinalah, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah istimewa Yogyakarta. (gon/Y-2)

Comments (0)
Add Comment