Kerugian Kejahatan Siber

KABUPATEN SUBANG JABAR CAKRAWALA.CO – Sebelum kehadiran dunia digital yang masif seperti sekarang, masyarakat hanya membutuhkan sandang, pangan, dan papan untuk memenuhi kebutuhan harian. Berbeda dengan saat ini, masyarakat justru menambah kebutuhan dengan keperluan internet dan colokan listrik.

Pandemi turut mengubah hal tersebut, kebutuhan kita akan akses internet dan gadget semakin tinggi karena belajar dan bekerja dilakukan secara daring. Akan tetapi, hal ini justru berdampak buruk karena kejahatan siber ikut meningkat. Menurut data dari Patroli Siber, hingga Juni 2021 terdapat 20.033 laporan dan kerugiannya mencapai Rp 26,09 miliar.

Kerugian yang saat ini terjadi dan menimpa kita itu banyak sekali, salah satunya penipuan online melalui kode OTP, telepon, atau sebagainya, tutur Meylani Pratiwi, Relawan TIK Jabar dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).

Kerugian-kerugian lainnya yang berpotensi didapatkan dari kejahatan siber ialah reputasi online yang terancam, kehilangan data penting, kerusakan software dan sistem komputer, hingga kehilangan sejumlah uang.

Kejahatan siber adalah tindakan atau kejadian yang berkaitan dengan teknologi komputer. Di mana seseorang mendapatkan keuntungan dengan merugikan pihak lain dan umumnya merugikan secara finansial. Kejahatan siber ini di antaranya, peretasan, hacking, carding, menyebarkan konten ilegal, phishing, dan cyberbullying.

Kita harus bisa mengantisipasi, menjaga data-data dan akun kita. Banyak orang yang mendapatkan KTP atau SIM kemudian mengunggahnya dengan gamblang di media sosial, imbaunya.

Sebagai pengguna internet cerdas, kita harus mampu mengantisipasinya dengan melaporkan kejahatan siber. Caranya dengan melakukan identifikasi konten, mengumpulkan bukti, kemudian melakukan pelaporan melalui situs Polisi Siber. Bukti yang dikumpulkan untuk melaporkan kejahatan siber seperti url situs, screenshot, foto, video, dan sebagainya dalam bentuk softcopy atau hardcopy. Laporan bisa dilakukan secara langsung kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau ke situs patrolisiber.id.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Chairi Ibrahim (CEO TMP Event), Byarlina Gyamitri (Konsultan Pemberdayaan SDM), Indira Wibowo (Duta Wusata Indonesia 2017), dan Lady Kjaernett sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Comments (0)
Add Comment