Cakrawala News
Portal Berita Online

Alumni Lirboyo Ungkap Modus Penyelewengan BLT, Langsung Kena Bogem Perangkat Desa

0 1,070

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Diduga, dikarenakan nepotisme mencatat keluarganya untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai, Dana Desa (BLT DD). Seorang perangkat Desa di Sidoarjo memukul perangkat lainya.

Penganiayaan yang berujung laporan polisi ini terjadi di wilayah hukum Polsek Tarik. “Benar kejadian penganiayaan sudah dilaporkan ke Polsek dan kini kasusnya ditangani piket Reskrim,” Kata Kapolsek Tarik, AKP Zulkipli Ahyat Musa saat dikonfirmasi awak media, Senin 1 Juni 2020.

Masih dikatakan Kapolsek Tarik, peristiwa penganiaan tersebut terjadi pada hari Kamis (21/5) sekitar jam 08.30 WIB, dan oleh korban
Moch Ajib (39) warga Desa Sebani RT 18 RW 03, dilaporkan ke Polsek Tarik pada tanggal 26 Mei 2020.

“Langkah-langkah yang dilalukan penyidik yakni menerima laporan korban, kemudian membawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum. Lalu melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dari hasil pengakuan korban, dipukul oleh rekanya sendiri sesama perangkat bernama Nanang,” Lanjut AKP Zulkipli.

Saat mendatangi rumah korban Moch Ajib mengaku masih terasa nyeri dibagian dada kanan dan bahu kiri, akibat pukulan yang dilakukan oleh Nanang yang memiliki jabatan Kasi Perencanaan di Desa Sebani.

“Saat kejadian itu di kantor balai desa ramai banyak warga yang datang untuk menggambil dana BST dari Kemensos. Saya dipanggil pelaku sambil bilang kamu memfitnah saya, lalu saya di pukul berkali-kali di dalam kantor sekertaris desa,” Kata Moch Ajib, yang di desa Sebani menjabat sebagai Kaur Kesra.

Ada dua saksi mata yang mengetahui Pak Moden (korban, red) dipukulin oleh pelaku. Dua saksi itu bernama Sudar dan Zainuri. Melerai pelaku ketika membabibuta memukul korban. Tak puas dilerai, pelaku lantas mengambil kursi yang akan dipukulkan ke korban. Namun saat itu berhasil dicegah oleh rekan sesama perangkat.

Usut punya usut, masih menurut Pak Moden, alasan apa Nanang emosi dan melakukan penganiayaan.

“Perkiraan saya Nanang emosi dan memukul karena, saya komplain sebelum pembagian BLT DD. Sebab dalan temuan banyak saudara Nanang dimasukan kedalam daftar penerima BLT DD,” Ungkap korban alumni Ponpes Lirboyo tahun 2005.

5 kerabat Nanang yang didaftarkan untuk mendapatkan BLT DD, yang berhasil diungkap Pak Moden adalah Ibu kandung, mertua, Istrinya, adik ipar dan ponakanya.

“Akhirnya setelah diverifikasi oleh Pj Kades Sebani, Bu Titik, keluarga dari Nanang hanya dua orang yang mendapatkan BLT DD. Karena memang yang layak menerima bantuan tunai langsung hanya dua orang,” lanjut korban.

Secara terpisah, Senadi Harjo selaku Politisi anggota DPC PDI Perjuangan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengatakan, berharap kepada instansi terkait dalam hal ini Pj Kades Sebani, pihak Kecamatan Tarik, maupun di tingkat Kabupaten Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, bertindak tegas.

“Kewibawaan Pemerintahan Desa Sebani tercoreng akibat ulah satu orang yang berbuat arogan. Yang penting langkah dari Pemerintah harus tegas menindak para oknum ini, agar tidak melebar kemana-mana. Tugas fungsi aparafur desa memberi contoh yang baik kepada masyarakat desa,” Tutur Senadi Harjo.

Kasus pemukulan yang terjadi akibat ada perangkat desa yang “bermain” dalam hal bantuan pandemi corona-19, menurut Senadi Harjo dikarenakan moral sudak akut luntur sudah rasa malu. (Rizal/Win)

 

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
2
+1
25

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: