Cakrawala News
Portal Berita Online

Alumni 86 SMPN 1 Bayongbong Berikan Santunan Kepada 100 Anak Yatim

0 961

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO — Alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Bayongbong lulusan Tahun1986, menggelar Bakti Sosial Santunan Anak Yatim sebagai bentuk kepedulian atas keprihatinan anak bangsa yang saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19. Bertempat di Aula Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sabtu (8/5/2021).

Kegiatan yang merupakan rangkaian “Reuni Alumni 86 Berbagi” tersebut mendapat apresiasi positif dari Camat Bayongbong, Drs. Arif Budiman, saat menyampaikan kesan dan pesan kepada para alumni.

Camat Arif merasa bangga dan mengharapkan, agar alumni 86 tetap menjaga soliditas maupun sinergitas, serta terus dapat mewujudkan karya nyata selama krisis, demi meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

Mayor Inf Dedi Suhendi Ketua Alumni 86 SMPN 1 Bayongbong Garut, foto dok

Ketua Umum Reuni Alumni 86 Berbagi, Mayor Inf Dedi Suhendi yang merupakan Kepala Kanminvetcad III/07 Kabupaten Garut, menjelaskan bahwa rangkaian “Reuni Alumni 86 Berbagi” bertujuan untuk tetap memupuk soliditas, solidaritas, dan semangat kebersamaan diantara sesama alumni.

“Sebanyak 100 paket dan uang dibagikan ke Anak Yatim. Tak hanya itu, para alumni juga memberikan tanda mata atau kenang-kenangan kepada para guru yang telah berjasa kepada para almuni”. Jelasnya.

Mayor Inf Dedi menambahkan, ini adalah langkah nyata yang dilaksanakan Alumni 86 sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan kepada masyarakat (anak yatim/ red) selama masa pandemi Covid-19.

“Mengambil tema “Alumni 86 Berbagi” ini, mari kita mantapkan soliditas dan solidaritas dalam pengabdian ke masyarakat. Kami akan lanjutkan kegiatan-kegiatan serupa, untuk berbagi dan meringankan beban masyarakat utamanya yang membutuhkan. Insya Alloh, tahun depan kami akan menggelar reuni akbar”. Katanya.

Selain giat santunan anak yatim yang digelar satu tahun sekali, alumni 86 juga sudah mempunyai agenda rutin yakni santunan kepada anak yatim dan duafa setiap 2 (dua) pekan sekali.

“Santunan tersebut diberikan kepada penerima yang berhak sesuai dengan tempat hasil survei panitia santuan, dan kegiatan rutin dua mingguan ini sudah berjalan hampir 5 tahun.” Ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan guru yang hadir, Drs. H. Maman Budiman menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, karena anak didiknya (Alumni 86/ red) mempunyai jiwa sosial yang tinggi dengan menggelar bakti sosial santunan kepada anak yatim.

“Pendidikan adalah kunci kesuksesan dalam hidup, dan guru membuat dampak yang langgeng dalam kehidupan siswanya”. Ujarnya.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.