Cakrawala News
Portal Berita Online

Aliya Sakina Murdoko, Pelukis Belia Berbakat Gelar Pameran Tunggal di Gresik

0 341

Gresik, cakrawala.co – Pelukis belia berbakat asal Kota Malang Aliya Sakina Murdoko (11) menggelar pameran lukisan tunggal bertajuk Coastal Life Art Journey In The Feature di salah satu mall di Kota Gresik, Jawa Timur, Sabtu (6/11/2021). Pameran yang berlangsung 6-20 November ini menyuguhkan 40 karya yang lebih dominan dengan nuansa masyarakat pesisir laut.

Arik S. Wartono pendiri sekaligus pembina Sanggar Lukis Daun mengatakan Aliya adalah salah satu di antara puluhan anak yang belajar melukis di Sanggar Daun. Ia sejak masih berumur empat tahun sudah mulai masuk menjadi anak didiknya.

“Sejak masuk sanggar, Aliya memiliki bakat yang baik. Potensinya untuk menjadi seniman lukis terlihat sejak belia,” ujarnya.

Menurut Arik siswa kelas VI SD Laboratorium UM Malang itu sudah tercatat 30 kali juara lomba lukis internasional dan nasional. Ia lebih banyak mengambil tema tentang masyarakat pesisir serta kehidupan di sekitarnya.

Salah satu karya berjudul Bunga Layu mendapat juara 1 festival seni internasional di Rusia. Dengan prosesnya melalui mengirimkan foto kemudian dinilai juri.
Lebih Banyak Melukis Tentang Kehidupan Masyarakat Pesisir

“Aliya lebih banyak melukis tentang kehidupan masyarakat pesisir, juga ombak (laut), hewan, bunga. Dia 30 kali juara lomba lukis Internasional dan Nasional. Yang terbaru karya lukisnya berjudul bunga layu menjuarai lomba di Moscow Rusia,” jelasnya.

Sementara itu Aliya mengaku lebih menyukai melukis seperti bunga, maritim (laut) dan hewan. Tentang inspirasi lebih banyak didapat dari teman dan saudara ketika akan melukis, selain ada inspirasi dari orang tuanya.

“Saya ingin dikenal orang dengan karya saya. Saya suka melukis ombak, hewan dan kehidupan pesisir. Bapak ibu dan teman serta saudara lebih banyak memberi motivasi,” katanya.

Menurut Aliya laut memiliki banyak aspek untuk disajikan dalam bentuk lukisan guna mewakili budaya nenek moyang bangsa yang terkenal sebagai pelaut.

Awalnya Aliya memiliki hobi melukis tanpa alat, menempel cat di kertas dengan telapak tangannya sejak masih usia empat tahun. Tiga tahun berikutnya, Ia belajar lukis ke seniman lokal Malang selama tiga tahun. Kemudian baru mengikuti bimbingan Sanggar Daun tahun 2014. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.