Cakrawala News
Portal Berita Online

Aliansi Dayak Bersatu Tolak Program Transmigrasi ke Kalteng

0 10,487

PALANGKARAYA KALTENG  CAKRAWALA.CO – Aliansi Dayak Bersatu  (ADB) menggelar aksi damai di halaman kantor DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) jalan S Parman Kota Palangka Raya, Senin 31 Agustus 2020 .

Aksi ADB menhadirkan  ratusan orang untuk menyampaikan  penolakan atas kedatangan warga transmigrasi asal pulau Jawa yang jumlahnya mencapai dua puluh ribu kepala keluarga.

Ketua koordinator lapangan aksi Roni Yusuf menyampaikan bahwa masyarakat Kalteng yang ada dibeberapa DAS secara tegas menyampaikan penolakannya untuk kedatangan  para transmigrasi tersebut dan menuntut pihak pemerintah keberpihakanya  kepada suku Dayak sendiri  jangan sampai masyarakat Dayak hanya dijadikan penonton saja

ads bukopin

“Kami disini yang hadir sebagai bentuk antisipasi kerawanan konflik, kecemburuan sosial dan pengrusakan budaya masyarakat Dayak yang terjadi secara terus menerus serta berkelanjutan yang bisa menghilangkan adat dan budaya suku Dayak Sehingga menolak dengan tegas penempatan transmigrasi baru dari luar Provinsi Kalteng, dan menuntut moratorium untuk bisa dikembalikan,”ungkap Roni Yusuf

salah seorang pemuda Dayak saat memperagakan kelebihannya tahan terhadap Mandau, foto RT

Menurutnya Aliansi Masyarakat Dayak Kalteng juga mendesak pelibatan masyarakat Dayak dalam pengelolaan program ketahanan pangan nasional (Food Estate) secara terstruktur, sistematik, dan masif demi mengangkat keberadaan masyarakat Dayak.

Sementara itu Ingkit Jhaper peserta aksi lainnya dalam pembacaan pernyataan sikapnya menyampaikan bahwa ada rasa ketidak adilan terhadap suku Dayak sehingga bisa menimbulkan konflik dan kecemburuan sosial.

“Ini bisa mengurangi nilai budaya suku Dayak semakin turun, Untuk itu saya sebagai Sekretaris Aliansi Dayak Bersatu meminta kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran serta Wiyatno selaku ketua DPRD Provinsi Kalteng untuk bisa memperhatikan tuntutan kamim”katanya.

Ia menyebut jika masih berencana mendatangkan transmigrasi dari luar Kalteng maka Aliansi Rakyat Bersatu akan menurunkan massa yang lebih besar lagi.

Sementara itu Ketua DPRD Provinsi kalteng Wiyatno usai menerima para anggota Aliansi Dayak Bersatu akan segera menindak lanjuti tuntutan para peserta aksi dengan segera berkoordinasi bersama Gubernur Kalteng untuk mencarikan solusinya.

Namun ini menurut Wiyatno sepengetahuan dirinya hingga saat ini belum ada transmigrasi yang masuk dan di khawatirkannya itu hanya berita yang simpang siur karena masih belum jelas.

Usai menyampaikan uneg-unegnya kepada pemerintah, puluhan pemuda Dayak ikut mengenalkan budaya Dayak dengan cara menampilkan atraksi tarian Mandau dan sekaligus melakukan atraksi kekebalan tubuhnya terhadap Mandau khas Dayak Kalteng.*** ( RT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.