Cakrawala News
Portal Berita Online

Alasan Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Gunakan Beronjong Pakai Motor

0 145

 

BOYOLALI CAKRAWALA.CO,-Sutejo (50) warga Dukuh Bantulan,Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali,Jawa Tengah. Viral di media sosial lantaran terekam kamera mengendarai sepeda motor dengan berojong, yang membawa janazah ibu kandungnya, pada Kamis (29/10/20) kemarin.Lantas apakah alasan Sutejo (50) melakukan itu?

 

 

Pria 50 tahun yang mengalami gangguan jiwa tersebut, berencana memakamkan ibu kandungnya Ginem Suharti (80) yang meninggal dunia di rumah anak perempuannya di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

ads bukopin

Kejadian tersebut berawal saat Sujeto mengetahui kabar ibunya meninggal dunia di rumah adik perempuannya di Desa Jembungan, Banyudono. Diketahui penyebab meninggalnya ibunya lantaran sakit.

Sutejo nekat membawa jenazah ibunya dengan menggunakan sepeda motor. Sutejo bermaksud membawa jenazah ibunya yang telah meninggal untuk dimakamkan di Desa Kedunglengkong, Simo, Boyolali. Ketika hendak membawa jenazah ibunya untuk dimakamnya ke daerah asalnya.

 

Sutejo terekam kamera oleh netizen saat melintas dengan motor di jalan Bangak-Simo. Dalam video tersebut, netizen sempat curiga lantaran yang dibawa pemotor tersebut  jenazah yang dibungkus dengan kain jarik dan diikat dengan tali dari karet ban.

 

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Ahmad Masdar Tohari mewakili Kapolres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat. Jumat (30/10/20),mengatakan Sutejo yang tak lain adalah pria yang didalam video tersebut ternyata sedang melakukan perjalanan dari Dukuh Bantulan RT3/ RW 4, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono,Boyolali menuju Dukuh Selorejo RT 12/ RW 04 Desa Kedunglengkong, Simo, Boyolali.

 

Sesampainya di Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, warga yang melihat kemudian menyarankan agar Sutejo membawa jenazah ibunya ke rumah duka untuk dimandikan. Sebab, saat Sutejo membawa ibu kandungnya dengan menggunakan sepeda motor, kondisi jenazah belum disucikan, dan masih memakai pakaian lengkap.

 

Warga harus membujuk Sutejo terlebih dahulu, lantaran Sutejo hendak memakamkan jenazah ibunya tersebut. Usai dimandikan, jenazah kemudian disemayamkan ke rumah duka di daerah Selorejo, Simo. Kemudian pada pukul 12.30 WIB jenazah diberangkatkan ke pemakaman Sucen untuk dimakamkan.

Iptu Tohari menyebutkan jika motif Sutejo ingin memakamkan sendiri ibu kandungnya lantaran tidak ingin merepotkan orang lain, ditambahkan lagi dengan kondisi mental yang tidak stabil.”Ya karena orang gangguan jiwa, mungkin maksudnya mau dimakamkan sendiri, tidak mau ngerepoti orang lain,” jelasnya. (AgB)

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.