Cakrawala News
Portal Berita Online

Al Imdad Farm Bantul Produksi “Menpenak” Suplemen Ternak Berbahan Baku Limbah Jamu

0

Bantul, Cakrawala.co– Al Imdad Farm, Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakiarta ( DIY ) sejak empat tahun lalu terus mempelopori sistem pertanian maupun peternakan secara organik melalui aneka produk eco enzym.

Salah satunya, yakni produk suplemen untuk ternak berbahan baku limbah jamu, yang diolah dengan metode eco enzym dan kemudian kini diproduksi secara massal berlabel “Menpenak“.

Suplemen ini, sebelum diproduksi secara massal telah melewati  berbagai ujicoba pada berbagai jenis ternak, dan dinyatakan sebagai produk suplemen yang fantastik.

Direktur Al Imdad Farm, Agung Prastawa, menyatakan, suplemen untuk ini untuk program penggemukan selama tiga bulan pada beberapa jenis ternak mampu mendongkrak pertumbuhan bobot daging antara 15 – 20 kilogram.

“Suplemen ini berfungsi untuk merangsang nafsu makan sangat maksimal untuk hewan ternak yang kurang doyan makan, dengan efek samping yang keren, karena kotoran ternak tidak bau,” katanya.

Sedang untuk ayam petelur, suplemen ini kini banyak disukai peternak, karena bisa membuat produsi telur meningkat, bahkan kulit telur lebih kuat sehingga tidak rawan pecah atau retak, lanjut Agung Prastawa.

Meski diproduksi oleh kelompok usaha berkelas UMKIM, namun peredaran suplemen ini tetap lancar dan nyaris tidak ada kendala di legalisasi. Bahkan kini mulai merambah pasar di Nusa Tenggara Barat ( NTB ).

Sementara di pasaran lokal produk suplemen unik ini banyak disukai para peternak ayam di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, sedang untuk penggemukan kambing atau sapi hampir disemua kabupaten di DIY banyak yang menggunakan “Menpenak”.

Kenapa labelnya “Menpenak” ? Yakni sebuah ungkapan bahasa jawa ndeso yang berarti “ biar gampang “. Menurut Agung Prastawa, label ini dipilih dengan harapan agar produk ini tetap lekat di hati masyarakat di perkampungan, atau kesan ndesonya kuat dan tidak ke-inggris-inggrisan.

Kedua, dengan produk ini memang diharapkan agar membuat petani makin gampang merawat ternaknya, dan memberi hasil yang maksimal. “Ngepenakke ( memudahkan, red ) peternak lah intinya,” ujar Agung Prastawa.

Agung Prastawa menegesakan, Al Imdad Farm akan tetap konsisten mendorong masifnya eco enzym diberbagai pelosok Indonesia, karena sejatinya setiap kabupaten di Indonesia sejak puluhan tahun memiliki program eco enzym dengan istilah lain seperti pupuk organik, atau istilah lain.

“Nah, kenapa sampai sekarang tidak banyak muncul produk eco enzym, pupuk organik, dan sejenisnya, di berbagai kabupaten di Indonesia ? Karena meskipun di Indonesia banyak ahli bidang ini tetapi yang benar-benar peduli masih sedikit. Kalau pemerintah membuat program, tidak sampai merubah pola pikir petani atau masyarakat, ini yang memprihatinkan,” katanya. (gon)

Leave A Reply

Your email address will not be published.