Cakrawala News
Portal Berita Online

Aktivis Gepal Demo Dukung Pengusutan KPK di Tubuh PDAM Gresik

0 1,137

GRESIK,CAKRAWALA.CO Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Menolak Lupa (GEPAL) berunjukrasa di depan Kantor Perumda Giri Tirta di Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas Gresik, Kamis (8/4/2021).

Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan dugaan korupsi terkait kerjasama proyek instalasi pengelohan air tahun 2012 di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo.

Proyek tersebut dilakukan oleh dua perusahaan rekanan pertama PT Dewata Bangun Tirta (DBT) senilai Rp 46 miliar. Sementara rekanan kedua PT Drupadi Agung Lestari (DAL)membangun proyek rehabilitation operation transfer di Desa Krikilan, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 86 miliar.

Para aktivis tersebut mensinyalir adanya keterlibatan jajaran direksi PDAM Gresik serta pejabat di lingkungan Pemda Gresik. “Korupsi terjadi karena ada yang memberi dan yang menerima. Dan itu tidak mungkin dilakukan tanpa melibatkan banyak pihak,” ujar Syafiuddin, koordinator aksi.

Selain berorasi, massa Gepal juga membentangkan spanduk isinya mengajak masyarakat untuk mewaspadai budaya korupsi yang telah menjangkiti pejabat di lingkungan Pemkab Gresik.

Syaifuddin menambahkan korupsi di tubuh Perumda Giri Tirta berdampak serius pada pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat Gresik dengan fasilitas yang mudah rusak dan lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemodal besar seperti mall, dan industri baru di Gresik

“Hari ini masyarakat di kampung-kampung sangat dirugikan dengan berdirinya mall, industri dan adanya pengembang-pengembang baru ini. Justru pasokan air sangat berkurang dan bahkan tidak keluar sama sekali. mereka lebih mementingkan industri dan mall daripada mementingkan masyarakat. karena mereka pemodal-pemodal besar yang siap membayar,” ungkapnya.

Menanggapi unjukrasa ini, Direktur Utama Siti Aminatus Zariyah atau Risa mengatakan mendukung tuntutan Gepal karena pihaknya kooperatif dalam menjalani pemeriksaan tim KPK.

“Kita sangat mendukung karena sampai sejauh ini masih dalam tahap pemberian keterangan. Memang sebagai warning juga bagaimana menjadi pegawai yang amanah”, ujarnya.

Terkait progres penyelidikan KPK, Risa mengungkapkan tiga orang Direksi serta mantan direksi juga sudah dimintai keterangan. Bahkan Rabu kemarin tim KPK meminta keterangan dari pihak rekanan, yakni dari PT Dewata Bangun Tirta dan PT Drupadi Agung Lestari.

Leave A Reply

Your email address will not be published.