Cakrawala News
Portal Berita Online

Akibat Melanggar Etika Digital

0 109

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO -Ketidakpekaan seseorang terhadap etika saat berinteraksi dengan orang lain membuat perilaku buruk lainnya yang akan terjadi. Misalnya ketika pengguna internet melakukan komentar yang buruk terhadap oranglain akan menimbulkan perundungan online.

Perundungan online itu juga tentu akan membawa dampak bagi seseorang. Misalnya membuat mereka tertekan bahkan hingga menghancurkan mental mereka.

Defira Novianti Crisandy, Ketua Relawan TIK Sukabumi memberikan contoh lain, jika warganet malas membaca informasi yang hadir padanya yang terjadi ialah mempercayai hoaks. Parahnya jika sampai menyebarkannya.

Maka, pentingnya etika digital dilakukan ialah untuk mencegah dampak negatif pada diri seseorang. Walaupun sanksi dari etika itu memang hanya sekadar ditegur atau sanksi sosial.

“Itu terjadi jika di dunia nyata berbeda jika di dunia digital. Sanksi sosial dapat dilakukan dan melibatkan banyak orang. Jika kita hanya melakukannya kepada satu orang bisa jadi satu Indonesia yang akan membalas ke kita,” ucap Defira saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021).

Menyebarnya konten pornografi juga dapat menjadi dampak akibat kita tidak bisa menjaga hubungan baik dengan orang. Defira menyebut, konten pornografi juga bisa jadi berasal dari etika yang dilanggar atau menjadi ajang balas dendam. Jika ada pasangan kerap berbagi foto tidak senonoh maka bisa jadi saat mereka berpisah. Foto di luar norma aturan itu dapat menjadi ancaman. Makanya, menyadari perilaku apa saja yang dapat melanggar etika dan akan membuat buruk diri sendiri di kemudian hari.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021) juga menghadirkan pembicara Diana Nafiah (COO Halo Bayi), Aaron Daniel (Kreator Konten Pendidikan), Ismita Saputri (Founder Kainzen Room), dan Ida Rhysnjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.