Akibat Cinta Segitiga, Mantan Kades Bunuh Selingkuhannya

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Misteri penemuan mayat perempuan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu mulai terkuak, setelah Polres Gresik berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan.

Adalah Agus Vilthon (38) mantan Kades Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan diamankan petugas Black Panther Polres Gresik, saat berada dirumah kosnya didusun Sendowo, desa Siduadi, Kecamatan Melati, Sleman Yogyakarta.

Penangkapan ini dilakukan ketika hasil penyelidikan terungkap bahwa tersangka adalah salah satu pelaku pembunuhan mayat perempuan yang ditemukan di perkebunan desa Bulangan, Kecamatan Dukun, Gresik (21/2).

Tidak lama Polres Gresik pengungkap pelaku pembunuhan, dalam waktu 9 hari, petugas berhasil mengungkap dan penangkap pelaku. Tersangka berhasil diidentifikasi keberadaaanya dengan menggunakan alat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System milik Inafis Polres Gresik.

Dugaan sementara, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka pada korban (Ir. Ida Nurhayati) mempunyai hubungan perselingkuhan. Sebab korban masih berstatus bersuami, sementara tersangka duda dua tahun lalu. Tersangka juga sengaja kos di Sleman agar sering bertemu dengan korban.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro saat gelar kasus mengatakan, tersangka melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala korban sebanyak lima kali. Selanjutnya, korban di cekik selama kurang lebih dua menit agar dipastikan tewas.

“Tersangka membawa mayat ke Lamongan, dan akan di buang di jembatan Karangbinangun Lamongan. Namun tersangka tidak tega. Akhirnya di buang di persawahan milik warga desa Bulangan, kecamatan Dukun, Gresik,” urai Kapolres Gresik, (Selasa 5/3/2019).

Lebih lanjut diungkapkan, setelah mayat dibuang, tersangka mengganti plat nomer mobil korban. Kemudian mobil di parkir (ditinggal) di Rumah Sakit Sugiri Lamongan. “Tersangka kemudian bertolak kembali ke kosnya di Sleman,” lanjut nya.

Meski belum dipastikan motif pembuhunan ini, Kapolres berjanji akan mengungkap motif yang sebenarnya. Di depan Kapolres waktu press release, tersangka mengaku tidak ada niatan untuk membunuh. Tersangka kenal dengan korban melalui Facebook sejak tahun 2013 lalu.

“Tersangka merupakan warga Lamongan, dan kos di Sleman sejak 2016. Tersangka mengaku bertemu dengan korban seminggu dua kali. Tidak ada mitif perampokan kareab harta milik korban tidak diambil,” tegas AKBP Wahyu.

Semua barang milik korban berhasil diamankan petugas sebagai barang bukti. Mulai perhiasan, pakaian dan juga mobil toyota sienta terpasang nopol N 1430 KR (nopol asli AB 1524 GF). Tersangka disangkakan pasal 338 KUHP, tentang pembunuhan. (Zen)

Facebook Comments