Cakrawala News
Portal Berita Online

Akhir Pelarian Kades di Sidoarjo Korupsi APBDes Setengah Milliar

0 465

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Mantan Kepala Desa (Kades) Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Bambang Sugeng (50), ditangkap penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Rabu 2 Desember 2020.

Bambang ditangkap terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Tersangka yang sudah ditetapkan DPO sejak September lalu ini. Mantan Kades dua periode yakni Tahun 2007-2013 dan Tahun 2013-2019 ini, ditetapkan jadi tersangka sejak tanggal 24 Agustus 2020.

Tersangka sebelumnya sempat menjadi buron selama tiga bulan lebih. Hingga sempat melarikan diri ke Kalimantan.

ads bukopin

“Tersangka ditangkap tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sidoarjo di sekitar rumahnya saat menikmati kopi di Warung Kopi (Warkop),” ujar Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Idham Kholid.

Lebih jauh, Idham mengungkapkan jika dalam kasus yang merugikan negara senilai setengah miliar lebih itu, mantan Kades Kemantren ini sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) mulai Agustus 2020 lalu. Hal ini sejak ditetapkan tersangka kasus dugaan pidana korupsi APBDes Kemantren.

“Karena tersangka sudah tiga kali dipanggil penyidik tidak pernah hadir alias mangkir. Karena tidak pernah hadir dalam pemeriksaaan itu mantan Kades ini ditetapkan jadi tersangka dan DPO atas kasus dugaan korupsi penyelewengan DD Tahun 2018-2019, sebesar Rp 523 juta itu,” imbuhnya.

Modusnya, kata Idham tersangka merencanakan pembangunan menggunakan APBDes 2018-2019. Namun, hasilnya proyeknya kebanyakan fiktif alias tidak dikerjakan realisasinya.

“Kasus ini bermula dari laporan warga atas adanya dugaan penyalahgunaan DD bersumber dari APBDes Tahun 2018-2019. Hasil pemeriksaan saksi dan pemeriksaan lapangan, banyak ditemukan penyelewengan DD. Anggaran yang sejatinya diperuntukkan pembangunan fisik, hinggga saat ini belum ada pembangunannya,” tegasnya.

Sementara Idham memastikan nilai kerugian proyek bangunan fiktif senilai Rp 523 juta. Karena itu, usai ditangkap di Warkop di Desa Tulangan, mantan Kades Kemantren ini langsung digelandang ke Kejari Sidoarjo untuk diperiksa dalam melengkapi berkas pemeriksaannya.

Setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Sidoarjo, Tersangka langsung dijebloskan ke tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.