Cakrawala News
Portal Berita Online

AJV dan IJTI Kalteng Sepakat Pantau Medsos Liar

0 48

Palangkaraya-Kalteng, Cakrawala.Co,- Asosiasi Jurnalis Televisi (AJV) dan
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Tengahnya meminta kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan berita hoax pada pelaksanaan Pilkada Kalteng hingga pada tanggal 09 Desember 2020.

Permintaan ini disampaikan Ketua IJTI Kalteng H. Tantawi Jauhari, Minggu (13/9) pada saat menghadiri temu berbagai komunitas dengan gubernur Kalteng.

Menurut Tantawi, IJTI pada Kongres V tahun 2017 telah memengeluarkan pernyataan sikap, sekaligus melakukan deklarasi anti hoax saat dibacakan dalam kegiatan Kongres kelima dan Simposium Nasional IJTI tahun 2017.

ads bukopin

Adapun pernyataan sikap tersebut diantaranya:

Pertama. Kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan pengejawantahan dari hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
Kedua. Kebebasan pers dan kebebasan berpendapat memiliki batas-batas moral, etik dan hukum.

Tantawi menambahkan disaat pada, pesta demokrasi di Kalteng harus berjalan dengan damai dan aman.

“Kami berharap para pendukung Paslon lebih mengedepankan adu kreatifitas dan gagasan. Menawarkan program program untuk membangun Kalteng. Yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Tantawi.

Masih menurut ketua IJTI yang juga selaku Kontributor Metro TV ini juga berpesan kepada semua pihak untuk sama-sama menjaga situasi daerah yang sudah kondusif ini.

Bagaimanapun juga kedamaian dan ketenangan daerah ini lebih utama dari sekadar menang Pilkada.

Siapapun nanti yang menang harus didukung karena untuk kemajuan Kalteng.

Sekali lagi Tantawi mengajak masyarakat, lebih khusus insan jurnalis, untuk mendukung program food estate. Sehingga cita-cita luhur menjadikan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional terwujud.

Sementara itu pengurus daerah Asosiasi Jurnalis Video Kalteng H.Hamli Tulis, usai menghadiri acara temu komunitas dengan gubernur Kalteng menyambut baik adanya penyampaian pemilu lewat media sosial yang harus benar-benar diteliti dan dipantau oleh para kaum milenial untuk sama-sama menjaga agar pilkada Kalteng bisa aman dan Damai.

“Hindari bahasa yang bisa menusuk perasaan orang lain, jangan mudah terpancing untuk diadu domba sehingga gesekkan seperti itu yang dulunya kawan bisa jadi musuh abadi selamanya,” kata Hamli.

Ditambahkan bahwa dukungan sebaiknya jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang orang bisa tersinggung karena bisa.menimbulkan konflik sosial.

“Sadarilah bahwa pesta demokrasi ini bukan untuk mencari kemenangan saja, tapi juga sebagai memudahkan komunikasi kedepannya untuk orang lain bisa senang dan bisa mengerti tanpa adanya permasalahan.”

“Yo kita awasi para pengguna medsos atau youtuber untuk bisa menjaga etika persahabatan agar tidak salah dalam bermedia sosial, dan jika ada yang sengaja membuat permasalahan dengan menimbulkan SARA yang bisa menjadi keributan yang tentunya ini akan dikenakan pelanggaran ITE dan bisa dihukum kurungan,” Hamli menambahkan. ( RT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.