Cakrawala News
Portal Berita Online

AHH Kota Madiun Lebih Tinggi Dari Jatim, Wali Kota Madiun : “Bidang Kesehatan Masih Jadi Prioritas”

0 2,426

MADIUN, CAKRAWALA.CO  – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP KB) Kota Madiun, menggelar lokakarya perencanaan pembangunan bidang kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana tahun anggaran 2022 secara virtual, di gedung Goverment Chief Information Officer (GCIO), Jalan Perintis Kemerdekaan -Kota Madiun, Senin 8 Maret 2021.

Acara yang dibuka oleh Wali Kota Madiun Maidi ini untuk mensosialisasikan rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP KB) Kota Madiun pada tahun 2022. Sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang Kesehatan dan keluarga berencana.

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun, menempatkan Kota Pendekar berada di ranking ketiga tertinggi di Jawa Timur. Dikatakan Maidi, salah satu indikatornya adalah angka harapan hidup (AHH) yang tahun ini mencapai 72,81 tahun.

“IPM Kota Madiun cukup tinggi. Walaupun dipengaruhi banyak faktor, tapi salah satu indikator yang yang menentukan adalah capaian angka harapan hidup yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Artinya, setiap kelahiran di Kota Madiun memiliki harapan hidup sampai 72 tahun lebih,” kata Wali Kota.

Pembangunan di Kota Madiun masih terprioritas pada bidang kesehatan

Lebih lanjut orang nomer satu di Kota Madiun ini mengungkapkan, harapan lama hidup tidak sampai pada pencapaian tinggi apabila urusan kesehatan tidak berjalan maksimal. Untuk itu dirinya berharap angka harapan hidup (AHH) terus ditingkatkan, dan bakal menjadi program prioritas.

“Kesehatan itu salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Pemkot Madiun terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Kalau masyarakat sehat, maka capaian-capaian lain akan mengikuti, yang penting angka harapan hidup harus terus kita tingkatkan,” tegas Maidi.

Maidi menyebut, pihaknya bakal mengoptimalkan posyandu lansia, peningkatan gizi lansia dan penambahan infrastruktur ramah lansia. Prioritas lain yaitu penekanan angka stunting pada anak, edukasi remaja dan pembekalan calon pasangan muda yang akan menikah. Sebab diakui Maidi, salah satu penyebab stunting adalah pengetahuan pemenuhan gizi selama kehamilan yang minim akibat pernikahan dini.

“Berbagai program sudah kita jalankan. Salah satunya edukasi remaja atau pasangam muda yang akan menikah. Karena pernikahan dini dan minimnya pengetahuan tentang merawat kehamilan menjadi salah satu penyebab terjadinya anak-anak mengalami stunting,” imbuh mantan Sekda Kota Madiun ini.

Maidi meminta kepada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP KB) Kota Madiun bersama organisasi perangkat daerah (OPD), bersinergi dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Pembangunan di Kota Madiun masih terprioritas pada bidang kesehatan. Upaya dari Pemkot, nanti akan kita lakukan klasifikasi penyakit yang banyak diderita warga dan kita cari solusi untuk menekan angkanya. Harapannya semua masyarakat Kota Madiun sehat semua dan usianya tinggi semua,” pungkas Maidi. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.