Cakrawala News
Portal Berita Online

Agustus 2020, PT INKA Kembali Ekspor Kereta ke Bangladesh

0 618

MADIUN, CAKRAWAKA.CO – PT INKA (Persero) sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara, dimasa pandemi Covid-19 (vorus Corona) ini masih terus melanjutkan produksi dan pengiriman kereta.

Hal ini diungkapkan oleh Senior Manager PKBL, CSR dan Stake Holder Relationship PT INKA Bambang Ramadhiarto, usai mengikuti puncak perayaan HUT ke-39 PT INKA, Sabtu 29 Agustus 2020.

Bambang menyebutkan, salah satu pencapaian di bulan Agustus 2020 ini adalah, mulai dikirimnya kereta ekspor ke Bangladesh batch ke-8 sebanyak 22 unit, dari total 9 batch dengan total 200 kereta type MG. Dikatakan Bambang, hingga saat ini sudah 208 kereta type MG mendarat di Bangladesh. Selain itu, saat ini PT INKA (Persero) sedang mengerjakan LRT Jabodebek dan 2 train set kereta penumpang Philiphina.

ads bukopin

“Saat ini kita masih mengerjakan LRT Jabodebek, dan masih ada 1 batch lagi yang akan segera dikirim ke Bangladesh, dari total 9 batch,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, di masa pandemi Covid-19 ini ada perubahan sistem dalam hal pengiriman. Dijelaskan Bambang, tidak ada teknisi dari PT INKA  yang ikut dalam pengiriman kereta ke Bangladesh dan Philiphina. Untuk proses unloading, pihaknya menunjuk orang dari Bangladesh dan Philipina untuk diberikan petunjuk teknis oleh teknisi PT INKA melalui virtual.

“Teknisi PT INKA akan memberikan petunjuk dari sini, bagaimana penanganan unloading melalui aplikasi zoom, kepada orang dari Bangladesh dan Philiphina yang ditunjuk. Ya, sejauh ini tidak ada kendala dan semuanya lancar,” jelas Bambang.

Meski diakui Bambang beberapa waktu lalu sempat mengalami sedikit kendala dalam proses produksi, karena ada item-item bahan baku yang didatangkan dari luar negeri harus tertunda pengirimannya, disebabkan beberapa negara menerapkan lock down akibat virus Covid-19.

“Untuk tahun 2020 kita masih belum ada proyek baru. Sampai saat ini kita masih mengerjakan proyek yang dipesan tahun 2019. Karena masih banyak yang belum selesai sepenuhnya,” pungkasnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.