Cakrawala News
Portal Berita Online

Agen BNI Nakal Masih Beroperasi, Ada Permainan Apa ini !!

0 632

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Dalam rillis resmi yang dikeluarkan pihak BNI ke redaksi cakrawala.co yang berjudul “BNI Tindak Keras Agen Penyalur Bansos yang Menyimpang”. Namun kenyataanya agen nakal tersebut masih beroperasi normal seperti biasa.

Temuan dari jurnalis cakrawala.co di lapangan, menyebutkan agen BNI di wilayah Kecamatan Tulangan masih beroperasi padahal sudah jelas-jelas ada kecurangan kepada masyarakat. Namun diduga pihak BNI masih melindungi agen nakal tersbeut.

Seperti yang terungkap saat hearing pada (22/9/2020) di kantor DPRD Sidoarjo. Kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial (Bansos) oleh agen BNI, serta permainan-permainan nakal dalam penyaluran bantuan terbongkar sampai ke akar-akarnya.

ads bukopin

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Khudlori mengaku  dirinya masih sangat yakin bahwa kasus ini fenomena gunung es.

“Kita masih terus mengumpulkan info dengan menurunkan tim. Nanti kalo masih kedapatan hal yang sama terjadi maka kita akan meminta. Kepada dinsos untuk melakukan langkah tegas,” ujarnya

Dalam hearing korban dari masyarakat oleh agen BNI nakal, mengungkapkan terbongkarnya berbagai persoalan ini berawal dari temuan beberapa warga penerima atau KPM yang tidak membawa kartu ATM.

Setelah ditelusuri, ternyata ATM-nya dibawa oleh agen BNI. Terungkap juga ada selisih nominal yang diterima. Ada bukti struknya. Selisih rata-rata Rp 50 ribu. Harusnya menerima Rp 200 ribu perbulan, tapi hanya Rp 150 ribu.

Kepala Dinsos Sidoarjo Tirto Adi mengungkapkan, dalam hearing pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah setelah menerima laporan tentang perkara ini. Termasik menyurati pihak BNI Sidoarjo.

“Kami telusuri dan klarifikasi, ada bukti-bukti pemotongan dan sebagainya. Kami juga sudah menyurati BNI, meminta agar dilakukan pencabutan izin terhadap agen yang melakukan penyimpangan, serta meminta agar uang potongan dikembalikan,” urainya.

Surat tertanggal 24 Agustus itu disebutnya tak ada tanggapan. Baru pada 9 September BNI menjawab. Isinya, KPM atas nama Sumiyati mengaku lupa menerima tunai atau tidak, agen bersedia mengembalikan Rp 300 ribu, dan punishment kepada agen itu berupa SP3. Jika mengulangi, bakal diputus keagenannya. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.