Cakrawala News
Portal Berita Online

Ada Pasar Kotagede Di Bandara YIA Pasarkan Produk Ratusan UMKM DIY

0 41

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO-Komisi B DPRD DIY mentargetkan Bandara Yogyakarta International Airport ( YIA ) menjadi etalase untuk memajang produk – produk UMKM DIY. Hal tersebut terungkap saat kunjungan Komisi B DPRD DIY ke Bandara YIA untuk melihat langsung tempat untuk memajang hasil – hasil produk UMKM DIY. Hasil – hasil produk UMKM DIY dipajang di satu area dekat dengan ruang tunggu penumpang bandara YIA yang diberi nama Pasar Kotagede. Jika anda berada di ruang tunggu penumpang di dalam Bandara YIA maka anda akan menjumpai sebuah tulisan besar Pasar Kotagede. Didalamnya terdapat Galery Yogyakarta dan angkringan Malioboro yang menyuguhkan aneka macam produk UMKM DIY. Ketika kita masuk ke dalam Pasar Kotagede maka kita dapat melihat aneka macam produk UMKM. layaknya sebuah etalase mall, aneka produk ditata secara apik dan menarik untuk dibeli.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengatakan UMKM yang bisa mendisplay di pasar Kotagede bandara YIA ini ditargtekan ada 500 UMKM. Jumlah tersebut masih tergolong sedikit jika dibandingkan dengan jumlah UMKM di DIY yang jumlahnya ribuan. Oleh karena itu nantinya akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali untuk melihat produk-produk apa yang banyak diminati dan yang tidak. Sehingga jika produk tidak diminati maka akan diganti dengan produk yang lain.

“Pasar Kotagede di Bandara YIA ini tidak hanya bertemunya para konsumen dengan para buyer, tetapi juga ada konsep untuk budaya juga, disini untuk nguri-nguri (merawat) budaya juga. Konsepnya kita melakukan display terhadap produk UMKM tetapi harapannya display itu juga diminati oleh para konsumen, saat kita mendisplay itu tidak hanya displai, tetapi kita bawa budaya Yogya bagaimana sesuai dengan pasar Kotagede yang memiliki filosofi tempat bertemunya para pedagang dengan konsumen, ada budaya,”kata Srie Nurkyatsiwi saat mendampingi kunjungan Rombongan komisi B DPRD DIY di Bandara YIA, Kulon Progo, DIY, Selasa (8/9/2020).

ads bukopin

Lebih lanjut Srie Nurkyatsiwi mengatakan k onsep Pasar Kotagede adalah pasar sehingga produk-produk dijajar sesuai jenisnya, bukan asal daerahnya. Ketika berkeliling di galeri dengan luas sekitar 1.200 meter persegi ini kita akan jumpai barang-barang yang dijual antara lain aneka minuman tradisional, makanan oleh-oleh, boneka, kacamata dengan bingkai kayu, stick drum, aneka pernak-pernik, hingga kaos dan pakaian batik.

” Produk-produk yang masuk di Pasar Kotagede BIY adalah produk-produk terpilih, yang sudah dikurasi dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Bagi UMKM yang ingin memajang produk mereka di Galeri Pasar Kotagede BIY, mereka tinggal membuat proposal melalui pemerintah kabupaten/kota. Syarat yang harus dipenuhi UMKM yang hendak mengajukan proposal, misalnya memiliki izin usaha mikro kecil, izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), hingga engantongi sertifikat halal. Kami ingin produk yang dipajang UMKM yang premium sekaligus mendorong agar UMKM bisa memenuhi legalitas, meningkatkan kelembagaan, dan naik kelas, ” jelas Srie Nurkyatsiwi.
.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menilai bahwa letak pasar Kotagede di bandara YIA cukup strategis dan sesuai dengan apa yang kita harapkan yakni dekat dengan tempat tunggu penumpang. Sehingga penumpang yang akan berangkat sambil menunggu pesawat dapat melihat – lihat hasil produk UMKM DIY di pasar Kotagede. Ditambahkannya, pada awal – awal ini memang terlihat sepi.

” Kami minta jangan dilihat sekerang ini karena masa pandemi, jumlah UMKM belum sesuai target, produk UMKM masih terbatas. Tapi bayangkna ini untuk 5 tahun kedepan, ini akan menjadi tempat dan display produk UMKM yang cukup menarik,”ungkap Danang Wahyu Broto.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan, Galeri Pasar Kotagede bisa membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Selain perlu ada rotasi untuk UMKM yang mendisplay produknya di pasar Kotagede bandara YIA, mengingat jumlah UMKM di DIY cukup banyak, sementara pasar Kotagede hanya bisa menampung 500 UMKM. Produk UMKM DIY diharapkan bisa menembus pasar dengan memanfaatkan kunjungan di bandara. Pasar Kotagede bandara YIA diharapkan tidak hanya mendisplay tetapi sekaligus juga ritel.

“Ini masih COVID-19 jadi ramainya belum terasa, tapi harapan kami begitu COVID-19 ini selesai maka ini akan menjadi kebanggan kita, dan orang akan mencari produk UMKM Yogya cukup disini, selanjutnya mereka akan mencari tempat produksi UMKM tersebut,”pungkas Dwi Wahyu. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.