Mereka yang ditangkap adalah MA (48) dan LW (37) yang merupakan warga Palembang, serta RH (19) yang tercatat sebagai warga Sumatera Utara (Sumut). Dari mereka polisi menyita 20 kilogram paket sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China. Cara mengelabuhinya termasuk baru, namun polisi mampu mengendusnya.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Juni, Palembang sudah termasuk kawasan dengan jaringan narkoba terbesar. Sebab, banyak penangkapan pengedar narkoba dengan jumlah barang bukti yang sangat besar. Narkoba ini berasal dari China, diangkut melalui jalur darat lewat Aceh.

Dilaporkan Liputan6.com (7/2/2018), pengungkapan narkoba “rasa teh China” ini bermula dari pengembangan informasi peredaran narkoba ‘rasa teh China” di kawasan Kecamatan Seberang Ulu, Palembang. Paket narkoba itu dibungkus plastik berisi satu kilogram dimasukkan dalam bungkus teh dengan merek Guwanyiwang. Dalam bungkusan teh itu ada tulisan huruf Tiongkok.

Setelah mengembangkan pengusutan, polisi langsung menggerebek salah satu gudang penyimpanan narkoba tersebut. Saat penangkapan sempat terjadi baku tembak antara polisi dan para pengedar narkoba. Salah satu pelaku, yaitu LW, memang terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur. (fur).