Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

ABK Indonesia Dianiaya Hingga Tewas, Tim Gabungan Sergap Kapal Ikan Asing Asal China

0 238

BATAM, CAKRAWALA.CO –Tim gabungan dari Polda Kepri mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap pekerja anak buah kapal (ABK) Indonesia yang tewas di kapal ikan asing Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 berbendera China.

“Informasi tentang kejadian ini saya terima tadi pagi sekitar jam 06.00 wib, namun rekan-rekan dari Bakamla dan TNI AL telah mengetahuinya dari tadi malam,” kata Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman, Rabu (8/7/2020).

Kapal ikan asing Lu Huang Yuan Yu 117 berbendera China

Selanjutnya, kata Kapolda, pada jam 06.00 wib itu juga dirinya perintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi dan mencari kapal tersebut termasuk juga helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara.

“Kurang lebih sudah berlayar selama 7 bulan bertolak dari Singapura ke Argentina dan begitu melewati perairan kita langsung melakukan penyergapan dengan melibatkan seluruh aparat yang ada di laut,” ungkap Irjen Pol Aris Budiman.

Menurut Kapolda, seperti pengalaman sebelumnya sebagian besar tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Kapal ikan asing itu diperlakukan secara tidak manusiawi dan berdasarkan dokumen untuk mereka bekerja seringkali dipalsukan dan tidak benar isinya.

“Sehingga dugaan kami, kedua kapal ini salah satunya merupakan tempat dilakukannya penganiayaan dan kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Dan Warga Negara kita juga yang menyampaikan informasi bahwa di kapal tersebut ada mayat, kuat dugaan kami bahwa yang bekerja di kapal tersebut merupakan korban trafficking (perdagangan manusia) yang dipekerjakan secara paksa di atas kapal ikan tersebut,” pungkasnya.

Sementara Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto menyebut kedua kapal tersebut bersama-sama mencari ikan dan cumi. Bahkan, pada saat dilakukannya pengejaran, kapal 117 sempat hampir lepas.

Namun, sambungnya, petugas berhasil menggiring kapal untuk memasuki wilayah perairan Indonesia. Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya, para petugas rentan terkena serangan.

“Untuk itu kami saling bersinergi, saling membantu dalam mengamankan Kapal ini, termasuk juga tim Brimob kita terjunkan,” tandasnya.

Sedangkan kondisi jenazah awak buah kapal (ABK) Indonesia sedang menjalani pemeriksaan oleh tim dokter, kondisi jenazah sendiri masih utuh dengan menggunakan pakaian serta diberi selimut.

“Untuk hasil visumnya kita masih menunggu dari tim dokter,” tutur Danlantamal IV.

Penulis: Taufik Kurahman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: