Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

90 Persen RT di Kota Madiun Sandang Zona Hijau, Wali Kota : “Protokol Kesehatan Kita Perketat”

0 2,309

MADIUN CAKRAWALA.CO – Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, pemerintah Kota Madiun membatasi aktivitas keluar-masuk warga di lingkungan Rukun Tetangga (RT). Mematikan lampu penerangan jalan umum pada pukul 21.00 WIB dan menutup tempat tempat yang berpotensi kerumunan masyarakat.

Ditegaskan Wali Kota Madiun Maidi, saat konferensi pers, ini sengaja dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 (virus Corona) di wilayah setempat. Seperti diketahui, sudah hampir satu tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Jumlah kasus positif baru, disebut masih menunjukkan penambahan setiap harinya.

Maidi mengungkapkan, sampai hari Senin 15 Februari 2021, sekitar 91,7 persen atau 940 rukun tetangga (RT) di Kota Madiun masuk zona hijau persebaran Covid-19. Dengan rincian 281 RT di Kecamatan Kartoharjo, 303 RT Kecamatan Manguharjo dan 356 RT di Kecamatan Taman. Sedangkan sisanya 8.3% atau 85 RT masih berada di zona kuning. Terdiri dari 28 RT Kecamatan Kartoharjo, 21 RT di Kecamatan Manguharjo dan 36 RT di Kecamatan Taman.

“Sampai hari ini RT yang zona merah tidak ada, semuanya kuning dan hijau, dan target kita semuanya hijau. Jadi yang kuning segera jadi hijau dan yang hijau pertahankan. Masker akan kita bagikan, protokol kesehatan kita perketat dan penyemprotan akan terus kita lakukan,” kata Wali Kota.

Wali Kota Madiun Maidi : “Berkat kerjasama semua pihak, Senin 15 Februari 2021, sekitar 91,7 persen atau 940 rukun tetangga (RT) di Kota Madiun masuk zona hijau persebaran Covid-19”

Dijelaskan orang nomor satu di Kota Madiun ini, Hal tersebut bisa diketahui dari hasil maping PPKM Mikro di Kota Madiun berdasarkan penetapan kriteria dari Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. Selain itu, pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan, untuk mengendalikan penyebarannya.

“Artinya dengan pola seperti ini membawa hasil baik, maka dari itu, masyarakat ikuti imbauan pemerintah, protokol kesehatan dijalankan, kalau ada keluhan jangan segan menyampaikan. Pemkot melalui posko PPKM Mikro terus berupaya maksimal dalam penanggulangan covid 19 ini agar tidak terjadi peningkatan kasus lagi,” ujarnya.

Wali Kota juga meminta fungsi posko di tingkat kelurahan dioptimalkan. Namun dengan tidak menyampingkan sektor perekonomian di Kota Madiun. Artinya, roda ekomoni tidak terganggu atas adanya PPKM berskala mikro ini. Pedagang dan tamu dari luar Kota Madiun tetap diijinkan masuk dengan syarat memiliki hasil rapid test negatif dan mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker.

“Jadi mohon maaf kalau ada warga di satu RT yang terindikasi Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah, didepan rumahnya kita pasang bendera. Tujuannya, agar wara sekitar lebih hati hati, serta ada satgas yang mengawasi untuk memantau,” imbuh Maidi.

Kesembuhan tersebut tak luput dari kerjasama dan kesadaran masyarakat untuk mendukung usaha Pemkot Madiun bersama tiga pilar dalam menekan kasus penyebaran Covid-19. Pemkot terus menerus melakukan siaran keliling berisi himbauan protokol kesehatan dan penyemprotan disinfektan secara lebih rutin.

“Sekali lagi, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, kami tidak bosan menyerukan imbauan kepada seluruh warga untuk dapat menerapkan 5M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” tandasnya.

Maidi berharap, dalam waktu dekat seluruh RT yang ada di Kota Madiun menjadi zona hijau penyebaran Covid-19, dan ini menjadi PPKM terakhir yang diterapkan. Menurit data Satgas Covid-19 Kota Madiun mencatat, dari total 1.025 RT saat ini tinggal 63 RT di Kota Madiun yang masuk kategori zona kuning. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.