Cakrawala News
Portal Berita Online

9 Orang Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi yang Digelar Pemkab Madiun

0 176

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Sedikitnya 9 orang pelanggar terjaring razia operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) Covid-19, yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Forkopimda di Jalan Raya Madiun Surabaya, atau di depan Kantor Desa/Kecamatan Nglames Kabupaten Madiun, Jumat 25 September 2020 sore.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menyebut, para pelanggar ini menjalani sidang di tempat, di pimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun dan Kepala Kejaksaan Kabupaten Madiun selaku eksekutor. Terinci, 7 orang pelanggar mendapatkan sanksi membersihkan lingkungan dan penyemprotan disinfektan, 1 orang dilakukan pembinaan karena yang tidak mengenakan masker masih berusia 3 tahun, dan 1 orang dikenakan denda 100 ribu rupiah.

“Karena satu orang tadi sedang terburu-buru, maka kita kenakan sanksi administrasi sebesar 100 ribu rupiah,” kata Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati.

ads bukopin

Dikatakan Bupati tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat Kabupaten Madiun akan disiplin protokol kesehatan sangat baik. Artinya upaya yang dilakukan Pemkab Madiun bersama Forkopimda, mulai dari edukasi, sosialisasi hingga pembagian masker yang dilakukan mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga ke lini Desa ini, mengena kepada maksud dan tujuan dari digelarnya operasi yustisi ini.

“Ini bentuk kekompakan kita, dan harus menjadi perhatian. Ketika ada pelanggar siapapun orangnya, kita sepakat akan kita tindak,” ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, dari total 39 pelanggar sejak pelaksanaan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) Covid-19, rata-rata bukan warga Kabupaten Madiun. Rata-rata pelanggar adalah pengendara, baik roda dua maupun roda empat yang tidak mengenakan masker. Bupati menyinggung masalah cara pemakaian masker yang benar, yakni menitup hidung dan mulut, dan tidak berada dibawah hidung atau dagu.

“Sebab menurut study, penularan Covid-19 paling besar adalah melalui hidung, dan anjuran memakai masker adalah menutup hidung dan mulut,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP R. Bagoes Wibisono mengatakan, dalam pelaksanaan Operasi Yustisi ini petugas harus bersikap persuasif dan humanis terhadap masyarakat. Ini diungkapkan Kapolres untuk menghindari perbuatan yang dapat membuat kontraproduktif.

Dijelaskan Kapolres, operasi yustisi ini dalam rangka peningkatan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan (Prokes) di Kabupaten Madiun, untuk pencegahan dan pengendalian covid-19 serta bersama TNI, Sat POL-PP, Dishub dan Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan (Nadi Rotan) bentukannya.

“Saya berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk bersama mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata Kapolres.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.