Cakrawala News
Portal Berita Online

750 Napi Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

0 663

Madiun, Cakrawala.co – Sedikitnya 750 dari total sekitar 1.447 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun mendapatkan suntikan vaksin covid-19 jenis AstraZeneca, Selasa (21/9/2021).

Wali Kota Madiun, Maidi yang meninjau langsung proses vaksinasi mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk menyehatkan seluruh penghuni lapas, salah satunya dengan menyediakan fasilitas vaksinasi covid-19. Menurutnya, apabila penghuni lapas sudah menjalani vaksinasi, maka seluruh lingkungan lapas juga akan sehat.

“Kalau semua warganya sehat, petugasnya sehat, maka ketika ada warga dari luar masuk ke sini (Lapas Pemuda Kelas II) maka harus melalui proses skrining yang ketat,” kata Wali Kota.

Selain menjalani vaksinasi, para penghuni lapas juga tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Dicontohkan Maidi, meskipun dalam satu sel tahanan dihuni lebih dari lima atau bahkan tujuh orang napi, selama semua penghuninya dalam kondisi sehat, maka semuanya akan sehat. Diakui kondisi lapas saat ini over capacity, yakni tercatat 1.447 napi dari kapasitas normal sebanyak 854 napi.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Ardian Nova Christiawan mengaku berterima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun yang telah memberikan bantuan kepada para napi di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun. Meskipun diakui, tidak semua warga binaan merupakan warga Kota Madiun. Namun vaksinasi ini merupakan hak setiap masyarakat.

“Kami berterimakasih kepada Pemkot, hasil kooedinasi kami dengan Wali Kota Madiun terkait vaksinasi covid-19, hari ini bisa terealisasi untuk dosis pertama. Untuk hari ini 750 dosis, sisanya kami akan lakukan koordinasi lebih lanjut, termasuk pemberian dosis kedua, kami sifatnya menunggu,” kata Ardian.

Ardian mengatakan, hingga saat ini belum ada napi yang terpapar covid-19. Ini karena pihaknya membatasi interaksi antara napi dan petugas pengamanan maupun pihak luar. Hal inilah yang membuat pihaknya lebih mudah melakukan pemantauan. Termasuk saat disinggung mengenai kunjungan keluarga napi ke lapas yang hingga saat ini masih belum diijinkan.

“Untuk kunjungan keluarga napi, kami masih belum dapat perintah dari pusat, kami masih menunggu. Tapi nanti kalau misalnya sudah ada, maka akan segera kami laksanakan,” pungkasnya. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.