Cakrawala News
Portal Berita Online

7 Pelaku Penyerangan Asrama Mahasiswa Berhasil Dibekuk Polisi

0

MAKASSAR,CAKRAWALA.CO – Sedikitnya tujuh pelaku penyerangan Asrama IPMIL dan KEPMI Bone serta Sekretariat BEM Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), berhasil ditangkap aparat kepolisian di beberapa tempat berbeda di Sulsel.

Para pelaku ada ditangkap di Makassar, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bone. Pelaku yang diamakan itu, hanya sebagian dari beberapa orang yang melakukan penyerangan terhadap Sekretariat Fakultas Pertanian UIM, Asrama IPMIL dan KEPMI.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, para pelaku ini semua berkaitan dengan penyerangan awal di Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM. Kemudian merembet ke Asrama IPMIL dan KEPMI Bone.


“Jadi TKP pertama itu penyerangan Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM, kemudian ke TKP ke dua Asrama IPMIL Jl Sungai Limboto Lr 37dan ke TKP ke tiga di Asrama KEPMI Bone Jl Sungai Limboto Lr 39, ” kata Kapolda saat merilis kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar, Senin (7/12/21).

Setelah deretan kasus itu lanjut Nana, pihaknya melakukan langkah dan menbentuk tim khusus yang terdiri dari Reskrim Polrestabes Makassar dan Reskrimmum Polda Sulsel dibantu Intelkam Polda Sulsel.

Alhasil, untuk penyerangan TKP pertama melakukan penangkapan terhadap penghasut untuk melakukan tindak pidana dan tanpa hak memiliki atau mengusai senjata tajam di Sekretariat BEM Fakultas UIM yang terhadi Jumat (26/11/21) sekira pukul 21.00WITA.

Kelima pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MAM berperang sebabai provokator penyerangan, MG turut serta penyerangan Fakultas Pertanian UIM dan terlibat pengeroyokan.

Sementara pelaku Y dan W berperang menyembunyikan barang bukti berupa papporo serta parang dan MR perannya pada saat penggeledahan di tempat persembunyiannya ditemukan badik dibadannya.

“Korbanya pada saat penyerangan di Sekretariat BEM Pertanian yakni Arham. Motifnya pelaku karena sakit hati karena korban minta data mahasiswa baru. Dan wakil ketua BEM minta agar dibuatkan surat tertulis, ” terang Nana.

Tidak terima hal itu lanjut Kapolda Sulsel, para pelaku langusung datang ke sekretariat BEM untuk melakukan penganiayaan terhadap Ketua BEM, Arham.

Kemudian lanjut mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut, untuk kejadian di TKP kedua yakni penyerangan Asrama IPMIL, ada dua pelaku yang baru berhasil diamankan. Masing-masing berinisial EKP dan ASS.

“EKP berperang membawa bom molotov dan melempar Asrama IPMIL, ASS penentukan titik penyerangan dan melakukan penyerangan Asrama IPMIL dan bisa dikatakan sebagai koordinator penyerangan di Asrama tersebut yang dilakukan sekitar 21 orang. Korbanya yakni Said, ” sebutnya.

Untuk TKP ke tiga beber Kapolda, masih ada kaitannya dengan kasus TKP satu dan dua. Pelaku yang diamankan di TKP tiga ini yakni berinisial W perangnya menyembunyikan papporo dan terlibat penyerangan di TKP 1 dan pelaku Y perangnya sama.

“Semua yang diamankan itu semua berstatus mahasiswa. Mereka melakukan penyerangan baik dari daerah mahasiswa Luwu dan Bone karena solidaritas tinggi dan solidaritas kedaerahannya tinggi, ” bebernya. 

Saat ini terang mantan Kapolda Sultra ini menerangkan, tujuh pelaku yang ditangkap itu saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.

Adanya rentetan permasalahan kedua kubuh tersebut, pimpinan Polri tertinggi wilayah Susel ini meminta mahasiswa jangan mudah terpancing dan terhasut dengan isu-isu yang ada. Mahasiswa harus cermat dan pandai mencermati isu yang ada.

“Kami juga sudah membentuk tim untuk menyelesaikan permasalahan ini, ” terang Kapolda didampingi Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witni Urip Laksana dan Plt Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ade Indrawan dan Dirkrimmum Polda Sulsel.(Rez/Ril)

Leave A Reply

Your email address will not be published.