Cakrawala News
Portal Berita Online

500 Peserta Ikuti Seminar Dies Natalis ISI Yogyakarta ke 37 ” Seni Dan Kehidupan Normal Baru”

0 167

JOGJAKARTA, CAKRAWALA.CO- Dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ISI Yogyakarta ke 37, Kamis (8/7/2021) digelar seminar Nasional yang dilaksanakan secara daring dengan menggunakan zoom meeting dan live streaming melalui kanal Youtube ISI Yogyakarta. Seminar nasional ini diikuti oleh seniman, dosen, mahasiswa pendidikan tinggi seni dan masyarakat yang berjumlah 500 peserta. Bagi peserta yang tidak dapat mengikuti seminar melalui Zoom Meeting dapat mengikuti seminar dengan via kanal Youtube ISI Yogyakarta.

Dalam seminar bertajuk “Kebangkitan Seni di Era New Normal”
Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum mengungkapkan di masa pandemi Covid-19 yang serba membatasi berbagai aktivitas, dunia pendidikan tinggi kesenian dituntut memaksimalkan berbagai perangkat teknologi ke segenap aspek pembelajarannya mulai hulu sampai ke hilir.

“Lebih khusus untuk pendidikan tinggi seni seperti ISI Yogyakarta, di dalamnya perlu ada perubahan-perubahan yang harus dilakukan seperti penyiapan instrumen pembelajaran yang baru,” ungkap Agus Burhan.

Lebih lanjut Agus Burhan mengungkap kurikulum yang ada saat pandemi ini sebagian besar kontennya masih untuk melayani dunia seni yang sifatnya masih manual.

“ Oleh karena itulah ini juga harus berangsur-angsur diubah. Itu kita padukan dengan konten-konten yang bisa untuk mempersiapkan calon seniman, calon-calon ahli-ahli tata kelola seni menguasai konten-konten bermuatan teknologi digital,” jelas Agus Burhan.

Agus Burhan menambahkan pandemi Covid-19 ini membuat insan pendidikan seolah ‘mendadak online’. Transformasi cepat ini langsung memilah sumber daya manusia (SDM) yang ada, mana yang lebih cepat adaptasi mana yang tidak.

“Kalau SDM-SDM yang masih muda generasi milenial itu dengan cepat mereka berubah tetapi yang yang sepuh-sepuh seperti angkatan saya ini kan tidak, mereka pasti tergagap-gagap,” ujar Agus Burhan.

Oleh sebab itu, satu dampak positif dari panddemi ini memaksa semua SDM tanpa kecuali untuk memakai teknologi dalam menghadapi berbagai persoalan.

Seminar nasional ini diselenggarakan sebagai respon dunia pendidikan tinggi seni terhadap masa pandemi yang belum juga berakhir dan masyarakat yang memasuki kehidupan normal baru.

Apakah seniman dan lembaga pendidikan seni mampu menuju “normal baru”? Mampukah kita bersama-sama bersepakat tentang kehidupan “normal baru” tersebut? Serta seberapa besar kesenian dapat dipakai sebagai sarana menuju kehidupan pandemi dan “normal baru”? atau jangan-jangan sesungguhnya kita telah memasukinya secara alamiah?

Selain itu, seminar nasional ini juga menghadirkan 3 narasumber yaitu Dr. Miroto (Staf Pengajar ISI Yogyakarta), Tommy F. Awuy (Filsuf & Staf Pengajar Universitas Indonesia), dan Garin Nugroho (Pengamat budaya/seni) serta dipandu oleh moderator Dr. Mikke Susanto, MA (Staf Pengajar & Koordinator Seminar Dies Natalis ISI Yogyakarta ).

Adapun narasumber pertama, Dr. Miroto menyampaikan makalah berjudul Tari Virtual: Akankah Menjadi New Normal di Lingkungan Akademis?. Melalui makalah ini pembicara pertama mencoba mendeskripsikan apakah tari virtual akan menjadi new normal di lingkungan akademi.

Narasumber kedua, Tommy F. Awuy menyampaikan bahwa aspek teknologi yang hadir di masyarakat dan teknologi sebagai pencapaian manusia yang sulit ditolak walaupun banyak yang menolak. Teknologi mengubah tatanan nilai masyarakat , peradaban dan mental masyarakat.

Narasumber terakhir Garin Nugroho mencoba mendeskripsikan berbagai aktivitas berkesenian yang dilakukan oleh berbagai komunitas baik dalam maupun luar negeri dan sangat patuh pada protokol kesehatan pada masa pandemi. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.