Cakrawala News
Portal Berita Online

5 BUMN di Indonesia Tandatangani Kerjasama Pengerjaan Kereta Api di Kongo

0 53

MADIUN, CAKRAWALA.CO – PT Industri Kereta Api (INKA) Persero, TSG Global dan Republik Demokratik Kongo, menandatangani perjanjian kerja sama pengerjaan proyek kereta api di Kongo, Rabu 14 Oktober 2020.

Selain PT INKA (Persero), penandatanganan MoU juga dilakukan oleh empat BUMN lainnya, yaitu PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Proses penandatanganan kontrak juga dihadiri CEO TSG Global Holdings Rubar Sandi, Duta Besar DRC untuk USA Francois Nikuna Balumuene, Penasihat Khusus Presiden DRC bidang Infrastruktur Alexy Kayembe De Bampende, dan CEO PT TSG Utama Indonesia Syaiful Idham.

ads bukopin

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro menuturkan, ini dimulai saat ada pertemuan Asia Afrika Forum di Bali. Kemudian, CEO TSG Global, Rubar Sandi mengaku tertarik dan membuat Masterplan Joint Development Agreement untuk pengembangan transportasi di negara tersebut.

“CEO TSG Global, Rubar, datang ke Indonesia, tertarik, lalu dia bilang, tolong bantu Afrika. Afrika itu pasar masa depan, makanya kita masuk bersama-sama TSG,” ungkap Budi.

Budi melanjutkan, pada bulan Agustus lalu, pihaknya sudah melakukan kunjungan untuk pengembangan transportasi disana. Dijelaskan Budi, PT INKA nantinya bakal membangun jalur yang menghubungkan antara bandara, pelabuhan, commuter line yang akan mengelilingi kota, dan juga bus listrik. Proyek dengan besaran nominal 11,8 Miliar USD ini, target fase pertama bakal selesai dalam empat tahun, dan akan dimulai awal tahun 2021.

“Kebetulan mereka minta satu paket, makan kita akan produksi beberapa jenis kereta nantinya, sampai kepada infrastruktur keretanya juga” kata Budi.

Pada fase pertama pengerjaan meliputi proyek kereta api Kinsasha Urban Loop Line yakni transportasi di daerah perkotaan, kemudian jalur Kinsasha menuju Matadi Port dan Banana Port dengan panjang jalur sekitar 580 kilometer.

“Setelah fase pertama, nanti kita lanjutkan ke fase berikutnya hingga total jalurnya mencapai sekitar 4.100 kilometer mencakup wilayah utara dan selatan Kongo,” imbuhnya.

Proses penandatanganan kontrak dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Yakni mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, mengukur suhu tubuh, mengenakan masker dan jaga jarak. Bahkan awak media yang meliput, beberapa hari sebelumnya telah dilakukan rapid test. Ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara, proyek ekspor lain yang saat ini sedang dikerjakan PT INKA saat ini antara lain, tiga lokomotif dan 15 kereta commuter pesanan Filipina dan 31 trainset LRT untuk PT KAI. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.