Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

371 Kali Gempa di Ambon, 53 Dirasakan, Warga Masih Mengungsi

AMBON,CAKRAWALA.CO- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Ambon, mencatat gempa yang dirasakan warga Ambon, Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Masohi dan Banda Kabupaten Maluku Tengah Jumat (27/9), masih membuat masyarakat waspada.

BMKG mencatat hingga pukul 23.00 WIT hari ini, Jumat (27/9) tercatat 371 kali gempabumi susulan. 53 kali diantaranya dirasakan warga. Masyarakat yang merasakan gempa tersebar di Kota Ambon, Salahutu-Leihitu, Masohi dan Banda, Kabupaten Maluku Tengah serta Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sebelumnya gempa pertama yang dirasakan di tiga Kabupeten/Kota ini berkekuatan 6.8 SR yang terjadi pukul 08.46 WIT, Kamis (26/9) itu adalah gempa puncak menyusul 371 kali peristiwa serupa.

“Dari 371 kali gempa susulan, 53 diantaranya yang dirasakan masyarakat di Kairatu, Ambon V MMI, Masohi III MMI, Banda II MMI,” tulis BMKG

Meskipun masih terasa gempa susulan. Namun, BMKG terus menekankan tidak ada potensi tsunami.

Sementara beberapa wilayah di daerah Ambon, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dan segaian di Kabupaten Seram Bagian Barat diinformasikan masih memilih mengungsi di daerah perbukitan gunung ditengah hutan atau dataran lebih tinggi.

Ribuan warga masih memilih berada di tenda-tenda darurat di dataran tinggi. Mereka menolak kembali ke rumahnya, karena masih terjadi banyak sekali gempa susulan.

Gubernur Maluku, Murad Ismail terbang dari Jakarta dan tiba di Ambon dengan menggunakan private jet kamis malam langsung mendatangi sejumlah rumah sakit untuk melihat kondisi warganya yang terkena dampak gempa.

Murad Ismail mengatakan pemerintah akan menanggung semua biaya pengobatan warga korban gempa.

Sementara ribuan warga memilih masih bertahan di dataran tinggi di kota ambon maupun di pulau seram Kabupaten Seram Bagian Barat maupun Kabupaten Maluku Tengah.

Di kota Ambon, warga yang mengungsi di lapangan terbukan diatas ketinggian di lapangan galunggung misalnya di saat kota ambon di guyur hujan lebat kamis malam hingga jumat malam ini mereka tetap terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat dan menolak kembali ke rumah.

“Lebih aman disini dulu. Kami belum berani kembali. Sampai sekarang saja masih terasa gempa. Tidak ada jaminan kondisinya aman,” kata yati yang memilih mengungsi ke lapangan galunggung.

Mereka kembali ke rumah, hanya untuk mengambil pakaian dan keperluan seadainya saja. Entah sampai kapan mereka akan bertahan disana, karena merasa di pemukiman di batu merah dalam yang diapit dua gunung atau bukit yang tinggi belum aman karena di kwatir akan terjadi longsor saat gempa terjadi

Data yang di himpun cakrawala.co dari desa Tulehu Kabupaten Maluku Tengan, warga tetap masih bertahan di wilayah pegunungan karena rumah mereka berada di bibir pantai dengan laut yang terbuka.

Sementara di dua kabupaten yang berada di pulau seram yakni Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah, warga yang bermukim di pesisir pantai juga masih tetap bertahan di pegunungan. Mereka menolak kembali ke rumah, karena muncul spekulasi akan ada gempa susulan yang lebih besar dan bnyak beredar berita hoax akan terjadi tsunami yang lebih dasyat.

BMKG Maluku sendiri sudah mengklarifikasi sejumlah informasi Hoax yang menyebar di kalangan masyarakat sejak kamis kemaring Hingg jumat hari ini, seperti gempa akan terjadi antara pukul 13.00 hingga 15.00, dan pukul 23.00 hingga pukul 03.00 Jumat dini hari.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber Baik dari BPND maluku maupun Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Tercatat, jumlah korban jiwa akibat gempa berkekuatan 6,8 SR yang mengguncang Pulau Ambon dan Pulau Seram sebanyak 23 orang hingga jumat (26/9) siang tadi.

Data yang dihimpun dari BPBD Maluku tercatat 23 korban jiwa meninggal dunia. Korban luka luka 107 orang, warga yang mengungsi 2000 jiwa.

Sedangkan dampak kerusakan akibat gempa diantaranya 65 rumah warga, 4 tempat pendidikan, 3 kantor pemerintah, 3 rumah ibadah, 1 jembatan, 1 ruas jalan dan 2 pasar terdampak. ***le.

Facebook Comments
%d bloggers like this: