Cakrawala News
Portal Berita Online

Dukung Kartu Tani, Tagih Ketersediaan Pupuk

131

LAMONGAN, JATIM, CAKRAWALA.CO – Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Kartu Tani, sehingga subsidi pupuk bisa tepat sasaran. Namun dia juga menagih produsen pupuk agar bisa menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.

“Kartu Tani ini program yang luar biasa, sehingga subsidi pupuk bisa tepat sasaran, hanya bisa diterimakan petani. Namun ada yang lebih penting lagi, semoga nanti pupuk ini juga bisa tepat waktu dan harga, “ ujarnya saat distribusi Kartu Tani di Pendopo Kecamatan Sugio, Kamis (7/9/2017).

Jangan sampai saat petani butuh, Lanjutnya, pupuknya tidak tersedia. Karena dari kebutuhan pupuk sebesar 90 ribu ton, berdasarkan Rencana Definitif kebutuhan Kelompok (RDKK), yang didapat Lamongan 50 ribu ton saja.

Dia menyebutkan kondisi petani yang masih banyak berstatus petani gurem, memiliki lahan garakan kurang dari 0,5 hektare, harus bisa mendapat manfaat dari kehadiran Kartu Tani.

“Mereka ini yang harus kita pikirkan kesejahteraannya. Produksi memang harus kita kejar untuk ditingkatkan, namun di sisi off farm juga harus dipikirkan, “ katanya menambahkan.

di Lamongan, Kartu Tani diterbitkan bekerjasama dengan lembaga perbankan nasional. Kartu ini ditargetkan untuk diberikan kepada 121.335 orang petani.

Hingga akhir Agustus, data yang sudah diolah bersama lembaga perbankan ini mencapai 64.825 petani di 121 desa. Sementara sisanya sebanyak 56.150 data petani akan dituntaskan di akhir September.

Untuk mengakses fasilitas kartu ini, sudah ada 259 kios pengecer pupuk yang menjadi mitra. Kartu Tani ini selin untuk mengatur pemberian subdisi, juga nantinya untuk penyaluran kredit di bidang usaha pertanian serta sebagai database sektor pertanian.

Sementara itu Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan Lamongan secara resmi sudah meminta penambahan alokasi pupuk. Itu terutama untuk mengantisipasi peningkatan luasan lahan tanam, mendukung Program Upaya Khusus (Upsus) Swasembada dan Usaha Tani Padi Jagung Kedelai (Pajale) serta Holtikultura.

Luas tanam di Lamongan tahun ini naik 5 persen dari 153.733 hektare menjadi 160.633 hektare. Sementara realisasi tanamnya sudah mencapai 140.331 hektare atau baru 87,36 persen.

“Sehingga masih terdapat 12,64 persen lahan lagi yang harus dikawal kecukupan pupuknya, “ ujar Plt Kadinas Pertanian Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan Rudjito melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan. (Zen)

Comments are closed.