Cakrawala News
Portal Berita Online

300 Mahasiswa Akper Angin Mamiri Terancam Tidak Memiliki Ijazah Yang Sah

78

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Sungguh miris sekaligus kasian, sekitar 300 lebih mahasiswa dan mahasiswi sekolah keperawatan Akper Angin Mammiri yang di bawah naungan Dinas kesehatan provinsi Sulawesi Selatan terancam menerima ijazah yang tidak sah dari kampus, pasalnya kampus yang dulunya berstatus Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) kini harus melebur dan bergabung dengan Balai Kesehatan Olah raga Masyarakat (BKOM), Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) yang di pimpin oleh satu kepala atau direktur.

Menurut Peraturan Gubernur (Pergub) Akper Angin Mammiri diberi kesempatan hingga tahun 2020 untuk menyelesaikan semua urusan dan kewajiban terhadap 300 lebih mahasiswa sebelum Akper Angin Mammiri berubah status menjadi Yayasan, tapi di awal tahun 2018 Akper Angin Mammiri kini melebur dengan 2 instansi yang di bawah pimpinan 1 kepala atau direktur, sehingga status 300 lebih mahasiswa(i) Akper Angin Mammiri terancam memiliki Ijazah yang tidak sah dari kampus.

Mantan Kepala Tata Usaha (KTU) Akper Angin Mammiri Husain mengatakan, bahwa Akper Angin Mammiri kini statusnya makin tidak jelas sehingga 300 lebih mahasiswa(i) harus jadi korban peleburan kampus dengan dua instansi yang bukan berstatus sebagai kampus atau sekolah pendidikan khusus.

“ada sekitar 300 lebih mahasiswa(i) Akper Angin Mammiri terancam memiliki ijazah yang ilegal atau tidak sah, karena Akper Angin Mammiri yang dulunya UPTD kini harus melebur dengan dua instansi BKKm dan BKOM yang di pimpin satu direktur, dan kita ketahui sekolah keperawatan tidak b oleh di lebur dengan instansi yang statusnya bukan instansi pengajar apalagi Akper Angin Mammiri statusnya UPTD dan harus turun status. tidak hanya itu akibat peleburan ini 300 mahasiswa jadi korban.” ungkap Husain Mantan KTU Akper Angin Mammiri.

Tidak Hanya itu, Husain juga mengatakan bahwa Akper Angin Mammiri diberi waktu hingga 2020 untuk menyelesaikan semua tanggung jawab sebelum berubah status menjadi Yayasan Pemerintah provinsi Dinas Kesehatan.

“Sesuai pergub, kita di kasi waktu hingga 2020, tapi kenapa baru tahun 2018 ini Akper angin Mammiri harus melebur dengan dua balai kesehatan.”tambahnya.

Diketahui, pejabat yang memimpin 3 instansi yang di tunjuk Gubernur sebagai Pejabat sementara menduduki jabatan Direktur BKKM Provinsi sulawesi selatan yang kurang paham terkait struktural Kampus Akper Angin Mammiri.(Rez)

Comments are closed.