Cakrawala News
Portal Berita Online

22 Kader PKB Maluku Utara Ikut Sekolah Legislator

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Sebanyak 22 Anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Maluku Utara mengikuti sekolah legislator yang berlangsung di Dafam Internasional Hotel,Rabu (29/1/2020).

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah PKB Malut itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari 29-30 Januari 2020.sekolah legislator merupakan agenda pengkaderan PKB se-indonesia dalam memberikan pembobotan intelektual khusus bagi anggota PKB yang duduk di kursi parlemen.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Maluku Utara,Jasri Usman menyampaikan, tujuan dilakukannya kegiatan itu sebagai pembobotan kopetensi anggota DPRD dalam menjalankan fungsi tugas legislatif untuk kepentingan masyarakat nantinya,” ucap Jasri.

Jasri berharap 22 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut nantinya diharapkan memiliki kemampuan kompetensi prima dan memiliki pengetahuan luas, keterampilan yang handal, serta sikap (attitude) yang baik.

” Kami berharap anggota DPRD memberikan kontribusi kepada kepentingan masyarakat . Melalu partai ini,ungkapnya.

Sementara Wakil sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Abdul Malik Haramain mengapresiasi DPW Malut yang mampu melakukan lompatan prestasi dalam peraihan 22 kursi di pemilihan legislatif 10 Kabupaten/Kota di Malut beberapa tahun belakangan.

Ia menyebutkan, Sekolah Legislator itu memiliki banyak target. Target yang pertama yaitu PKB ingin memiliki kader yang militan dalam menjalankan fungsi tugasnya.

” Kita nggak mau memiliki anggota DPRD seperti mesin ketika dijalankan kemudian dimatikan lalu mogok, kita hanya inginkan anggota yang punya veliew,nilai, semangat,misi yang diperjuangkan,” ujarnya.

Harmain mengaku kurang lebih ada 10 materi yang wajib diikuti oleh 22 peserta diantaranya nalar politik, nilai Ideologi dan kemampuan intelektual individu kader PKB.

Kegiatan yang dilangsungkan di ternate itu menjadi titik ke- 17 penyelenggaraan Sekolah Legislator PKB di Indonesia. Nilai yang harus diperoleh peserta harus mencapai 80 persen bagi tak mancapai nilai itu maka dianggap tak lulus dan harus mengulang di Aceh atau di Papua nantinya.***(IVN/ID)

%d bloggers like this: