Cakrawala News
Portal Berita Online

2022, Jembatan Penghubung Ternate-Tidore Dikerjakan

0 799

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR),Basuki Hadimuljono mengatakan proyek pekerjaan pembangunan jembatan penghubung antar pulau ternate-tidore di Maluku Utara akan dilakukan pada tahun 2022.

Dikutip dari Suara.com,Jumat (18/9/2020) menteri PUPR mengatakan dengan dibangunnya jembatan tersebut konektivitas ke dua daerah tersebut semakin lancar dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itumembantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran penting sebagai tulang punggung (backbone) dalam pengembangan konektivitas antar wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik di Indonesia dan memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” kata Menteri Basuki.

ads bukopin

Ternate dan Tidore merupakan kota utama di wilayah Provinsi Maluku Utara yang harus terkoneksi dengan baik agar pertumbuhan wilayah dan pembangunan dapat berkembang dengan lebih baik lagi.

Selama ini warga di dua kota tersebut hanya terhubung melalui jalur transportasi air dengan menggunakan Kapal Ferry.

Saat ini Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah melaksanakan survei untuk mengambil data teknis dan trase optimum mengingat terdapat dua alternatif jalur jembatan yaitu

Ternate – Tidore, atau Ternate – Maitara – Tidore. Studi direncanakan untuk selesai pada pertengahan bulan Desember tahun 2020.

Dalam studi yang dilakukan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR tidak hanya memperhatikan kelayakan ekonomi saja namun juga mempertimbangkan kelayakan finansial mengingat terdapatnya skema pembiayaan baru seperti KPBU maupun KPBU-AP (Avalaibility Payment).

Adapun salah satu skema dalam KPBU adalah pembiayaan dengan menggunakan bundling kawasan.

Ternate – Tidore, atau Ternate – Maitara – Tidore. Studi direncanakan untuk selesai pada pertengahan bulan Desember tahun 2020.

Dalam studi yang dilakukan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR tidak hanya memperhatikan kelayakan ekonomi saja namun juga mempertimbangkan kelayakan finansial mengingat terdapatnya skema pembiayaan baru seperti KPBU maupun KPBU-AP (Avalaibility Payment).

Adapun salah satu skema dalam KPBU adalah pembiayaan dengan menggunakan bundling kawasan.

Terkait alternatif 2 pembangunan Jembatan yang menghubungkan tiga wilayah yakni Ternate – Maitara – Tidore (Temadore), Ditjen Bina Marga saat ini melakukan kajian mendalam untuk pengembangan Pulau Maitara sehingga mendapatkan manfaat dari pembangunan jembatan tersebut dan tidak hanya menjadi penonton.

Berdasarkan data, jarak Pulau Ternate dengan Maitara sekitar 1 km, sedangkan dari Pulau Maitara ke Tidore Kepulauan sekitar 300 meter.

Dari hasil estimasi sementara diperkirakan menbutuhkan anggaran sebesar Rp 1,9 triliun untuk pembangunan jembatan sepanjang 2,6 Km.

Masyarakat Tidore dan Maitara yang akan memasarkan produk pertanian atau perikanan ke Ternate tidak lagi harus mengeluarkan biaya penyeberangan yang cukup mahal, sehingga bisa menekan harganya jualnya kepada konsumen di Ternate.***(Swa/IVN/ID)

Leave A Reply

Your email address will not be published.