Cakrawala News
Portal Berita Online

1 Oktober, Monumen Kresek Sebagai Lokasi Sejarah dan Titik Balik Kemenangan.

0 59

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Bupati Madiun, Ahmad Dawami memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020, di Monumen Korban Keganasan PKI, di Desa Kresek, Kecamatan Wungu – Kabupaten Madiun, Kamis 1 Oktober 2020.

Turut hadir dalam upacara, Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Forkopimda Kabupaten Madiun, diantaranya, Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, Kapolres Madiun AKBP R. Bagoes Wibisono, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun Teguh Harissa, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Feri Sudarsono.

Seluruh pejabat yang hadir dan anggota yang bertugas memakai masker lengkap dan menjaga jarak melaksanakan protokol kesehatan.

ads bukopin

Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengatakan, Monumen Kresek menjadi tanda kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1948 di Madiun. Ketika itu PKI membantai puluhan tentara, polisi, tokoh masyarakat, wartawan dan ulama Madiun. Monumen Kresek ini sebagai lokasi sejarah dan titik balik kemenangan.

“Setiap tanggal 1 Oktober, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melaksanakan upacara di sini (Monumen Kresek). Karena ini tempat bersejarah di Kabupaten Madiun,” kata Bupati.

Bupati mengungkapkan, dalam sejarah yang sebenarnya, Madiun hanya jadi tempat pelarian pembantaian. Dua kali sejarah keganasan PKI terjadi, yaitu di tahun 1948 dan 1965, namun akhirnya Madiun bisa kembali ke pangkuan. Momen ini mengingatkan kepada kita semua, bagaimana saat itu penjuang kita harus kehilangan nyawa mempertahankan ideologi Pancasila.

“Sejarah ini jangan diotak-atik. Saya tegaskan, masyarakat Kabupaten Madiun adalah yang pertamakali melawan PKI. Karena pada 17 September 1948 situasi Madiun dibuat kacau. Dan dalam waktu 12 hari, tepatnya 1 Oktober 1948 Madiun dapat kita kuasai kembali,” tegasnya.

Untuk itu Kaji Mbing (sapaan akrab Bupati) meminta kepada generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah. Masa pandemi menjadi ajang berkaca, yakni Covid-19 (virus Corona) yang saat ini menyerang Indonesia, jika dibiarkan dapat mengancam kehancuran generasi muda.

“Saat ini kita tidak sedang berperang melawan penjajah tapi melawan Covid-19, dengan hanya disiplin pakai masker pasti protokol yang lain akan disiplin juga,” tegasnya. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.