Cakrawala News
Portal Berita Online

1 ODP di SBT Mulai Membaik, 2 Isolasi Mandiri

0 43
idul Fitri Cakrawala

SBT,MALUKU,CAKRAWALA.CO-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Penanggulangan corona virus disease (Covid-19) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menetapkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi tiga orang, satu diantaranya memiliki kondisi sudah mulai membaik.

Penambahan Dua Orang Dalam Pemantauan tersebut saat mereka tiba dari Pulau Jawa, oleh tim kesehatan mereka diperiksa dan memiliki kondisi suhu tubuh normal hanya saja mereka mengalami batuk dan pilek.

Keterangan penambahan dua ODP itu disampaikan dalam konferensi pers di Dinas Kominfo SBT, Kamis (02/04). Tim Covid yang hadir antara lain Wakil Ketua Pelaksana yang juga Assisten I Setda SBT A.I.T. Wokanubun, Kepala BPBD Usman Keliobas, Kadis Kesehatan, Abas Rumatumerik, Kadis Kominfo M.S. Kelwarani dan Direktur RSUD Bula dr Linggar Sukaringtyas.

Kadis Kesehatan Abas Rumatemerik dalam konfrensi pers menjelaskan, dua ODP baru yang baru tiba Kota Bula melalui jalur darat pada Rabu (01/04) kemarin, awalnya diperiksa oleh petugas yang berjaga di pintu masuk Kabupaten SBT, Bula Barat.

“Dari pemeriksaan awal diketahui mereka memiliki gejala-gejala batuk dan pilek sehingga direkomendasikan untuk pemeriksaan lebih mendalam di Puskesmas Bula. Dari riwayat perjalanan ibu dan anak itu, kini mereka masuk dalam daftar ODP dan terus di pantau oleh tim kesehatan”,  jelas Rumatemerik.

Terkait perkembangan satu ODP yang sudah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari di rumah. Koordinator Tim Gugus Tugas Usman Keliobas mengatakan, kondisi kesehatan satu ODP sudah semakin membaik. Namun yang bersangkutan terus dipantau sampai batas waktu yang ditentukan 14 hari.

“Satu ODP itu, tim kesehatan terus memantau kondisinya sebab, belum sampai pada waktu 14 hari yang ditentukan” jelas Keliobas.

Terkait dengan penambahan dua ODP itu, Wakil Ketua Pelaksana Tim Covid A.I.T. Wokanubun meminta masyarakat tidak perlu risau dan panik, karena Tim kesehatan Covid-19 SBT akan terus memantau perkembangan mereka.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak panik dengan status ODP itu, karena warga yang berstatus ODP adalah warga tidak ada hubungan kontak erat dengan penderita positif, mereka hanya memiliki gejala ringan pada umumnya batuk, pilek, demam dan sakit tenggorokan. Mereka selanjutnya melakukan karantina sendiri selama kurang lebih 14 hari”, himbau Wokanubun.

Sementara itu, Direktur RSUD Bula, dr Linggar Sukaringtyas menjelaskan bahwa ODP dan PDP dibedakan melalui histori kontak fisik dan riwayat perjalanan mereka.

“Yang paling membedakan antara ODP dan PDP adalah kontak fisik dengan penderita covid-19 atau yang bersangkutan memiliki histori perjalanan ke sejumlah negara atau daerah terjangkit covid-19. Dan sekarang juga ada istilah OTG (Orang Tanpa Gejala)”, jelas dr Linggar Sukaringtyas.

Diketahui, Orang Tanpa Gejala (OTG) merupakan seseorang yang tidak memiliki gejala dan memiliki risiko tertular dari orang terkonfirmasi COVID-19. ***lex.

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: