Cakrawala News
Portal Berita Online

1 Bulan Lebih Hilang, Keluarga ABK Tug Boat Immanuel WGSR 03 Datangi Kantor KSOP Gresik

0 1,217

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Keluarga Anak Buah (ABK) Kapal Tug Boat (TG) Immanuel WGSR 03 yang hilang sejak 31 Juli 2020 lalu mendatangi kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik, Kamis (13/8/2020) guna meminta kejelasan nasib ABK yang turut hilang bersama kapal.

Keluarga ABK tersebut kemudian diterima Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Gresik, Kapten Marsri T Randa Bunga.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga ABK meminta KSOP untuk berkoordinasi dengan Basarnas agar melakukan pencarian ulang dengan helikopter terhadap TG Immanuel WGSR 03.

ads bukopin

“Kita meminta KSOP Gresik agar mengupayakan pencarian ulang kapal menggunakan Helikopter agar jarak pandang bisa lebih luas,” ujar Amalia Fajrin, salah seorang keluarga ABK.

Menurut Emil panggilan akrab Amalia Fajrin, pihaknya sejauh ini masih optimis para ABK selamat. Karena itu ia terus berupaya ,menghubungi berbagai pihak termasuk KSOP Gresik. “Ini kan menyangkut nyawa 10 orang ABK yang hingga kini belum jelas nasibnya, Kami sangat menyayangkan” ujar Emil.

Selain itu, pihak keluarga ABK yang berasal dari Gresik, Surabaya dan Banyuwangi tersebut menuntut perusahaan pemilik kapal untuk membayar hak para ABk berupa gaji selama 3 bulan yang hingga kini belum diterima keluarga.

Menanggapi keluhan keluarga ABK, Kasi KBPP KSOP Gresik, Kapten Marsri T Randa Bunga mengatakan akan berkoordinasi KSOP setempat, Basarnas serta pihak-pihak yang berkompeten untuk mengetahui keberadaan kapal.

Untuk diketahui, Kapal naas milik PT Wahana Gemilang Samudera Raya berlayar dari pelabuhan Gresik pada 21 Juli 2020 menuju NTT mengangkut alat bangunan. Sebagaimana laporan operator crane beserta helper yang berada di kapal tongkang melaporkan ke pihak kepolisian bahwa kapal tersebut terbakar pada jumat 31 juli di perairan Bima, Nusa Tenggara Timur jam 3 pagi.

Tim SAR pada hari itu langsung turun ke lokasi. Semua peralatan keselamatan dan sinyal kapal tidak ditemukan sama sekali. Terakhir kapal tongkang ditemukan di pulau Kangean Madura bersama Helper dan operator Crane yang selamat.

Pihak keluarga mengaku sempat berkomunikasi terkahir dengan ABK tanggal 30 Juli 2020. Saat itu posisi kapal ada di utara Bima menuju flores. Pada 31 Juli, pihak keluarga sudah tidak dapat menghubungi ABK. Pada 9 AGustus, keluarga mendapatkan info jika kapal tenggelam sebelah barat pulau Selayar, Sulawesi Selatan. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.